Selasa, 25 Juli 2017

Hingga Malam Hari, Warga Masih Duduki Gedung DPRD SUMUT

Hingga malam hari, puluhan warga dari lima desa asal Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, menduduki Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (25/7/2017).

Sebagian dari mereka bahkan memboyong anggota keluarganya yang masih mengenakan seragam Sekolah Dasar datang ke gedung legislatif tersebut.

Kedatangan mereka bertujuan untuk mendapatkan solusi atas penggusuran lahan dan rumah mereka.

"Kami sejak Senin sampai saat ini menginap di gedung ini (DPRD Sumut)," ujar seorang warga bernama Kevin.

Kevin mengatakan, dia bersama warga desa lainnya sudah datang ke Gedung DPRD Sumut sejak Senin (24/7/2017) lalu. Namun hingga saat ini, pihaknya tak kunjung memperoleh solusi.

Sejumlah warga Dusun IV Tanah Ulayat Laucih Simalingkar A, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang terpaksa menginap di Pelataran Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (25/7/2017)

"Akhirnya kami bermalam di sini," ujar Kevin.

Kata Kevin, persoalan yang dihadapi pihaknya mucul setelah ladang mereka dimasuki aparat keamanan pada Februari 2017 lalu. Kata Kevin, awalnya para aparat tersebut membuat parit. Namun tak lama kemudian, warga melihat pelang yang melarang mereka beraktivitas di ladang tersebut. Pelang itu disebut didirikan oleh PTPN II.

"Kami tidak akan gerak kalau tuntutan kami belum didengarkan," teriak seorang warga.

Pantauan Tribun-medan.com, warga memajang sepanduk bertuliskan "Kami Pengungsi Karena Ulah PTPN II dan Antek-anteknya" tepat di pintu masuk Gedung DPRD Sumut. Tak hanya itu, warga juga memboyong perlengkapan masak, tikar dan selimut.

 

(ST2/tribunnews.com)
Next article Next Post
Previous article Previous Post