Rabu, 26 Juli 2017

Ini Sindiran Presiden Jokowi Kepada Kepala Daerah yang Gemar Taruh Uang APBD di Bank

Presiden Joko Widodo menyindir kepala daerah yang gemar menyimpan dana APBD di perbankan selama berbulan-bulan dan membelanjakannya jelang akhir tahun.

Mengendapnya dana tersebut di perbankan dan tidak segera dibelanjakan, kata Jokowi, membuat peredaran uang di berbagai daerah menjadi sedikit dan kering pada awal-awal tahun.

"Kita harus bangun sebuah budaya kerja, uang APBD segera dikeluarkan, jangan sampai sudah ditransfer dari pusat DAU (dana alokasi umum)-nya tidak segera digunakan," tutur Jokowi dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2017, Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Menurut Jokowi, kepala daerah banyak yang terlambat mengeluarkan uang dari APBD untuk membangun infrastruktur di wilayahnya dan hal ini sudah berjalan selama bertahun-tahun.

"Ini perlu saya ingkatkan, biasanya daerah maupun pemerintah pusat itu mengeluarkan uang paling kebut-kebutan pada bulan-bulan di akhir tahun, bayar ini bayar itu," papar Jokowi.

Melihat kondisi tersebut, Jokowi mengimbau pemerintah daerah maupun pusat untuk memulai budaya bekerja sejak awal tahun, setidaknya melakukan pembayaran uang muka untuk belanja infrastruktur.

"Jadi jangan kita senang menaruh uang APBD di bank selama berbulan-bulan, sehingga peredaran uang menjadi kering," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi simpanan pemda di perbankan pada akhir Februari 2017 tercatat sebesar Rp 168,43 triliun.

Jumlah ini mengalami penurunan Rp 16,9 triliun dari realisasi simpanan yang menganggur di bank pada periode yang sama 2016 sebesar Rp 185,37 triliun.

 

(ST7/tribunnews.com)
Next article Next Post
Previous article Previous Post