Selasa, 25 Juli 2017

Riduan Pohan: Kasus Pelecehan Seksual Coreng Nama Baik Sekolah

Kepala Sekolah SMPN 4, Riduan Pohan mengatakan, pihaknya marah atas tindakan asusila AF (22), oknum pelatih Pramuka yang diduga melakukan aksi pelecehan seksual kepada tujuh anak didiknya. Tujuh siswa SMP 4 Negeri Siantar sementara jadi korban dan sudah membuat laporan.

Riduan mengatakan, dirinya tak menyangka AF melakukan hal tersebut. Dirinyapun, meminta pihak aparat penegak hukum memproses AF dengan segera.

"Geram kali begitu tahu dan dengarnya. Itu murid kita yang menjadi korban. Untuk itu, kepolisian hendaknya memproses pelaku sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku," ujar Riduan, Kamis (20/7).

Riduan mengatakan, dirinya tak dapat menyembunyikan kekesalannya. Dia sampai-sampai melontarkan kata-kata ingin menghajar pelaku karena telah mencoreng nama baik sekolah yang dipimpinnya.

"Kalau jumpa dia (AF) sudah saya hajar. Inilah karena perbuatan pelaku, nama baik sekolah sudah tercemar. Memang keterlaluan kali pelaku itu," kata Riduan.

Riduan mengaku akan mempertanyakan kepada pembina Pramuka di sekolahnya soal belum atau adanya rekomendasi Kwarcab Kota Pematangsiantar kepada pelaku AF untuk bisa melatih di gugus depan.

"Saya tidak tahu mengenai rekomendasi. Nanti saya tanyakan kepada pembinanya. Dia kan alumni, mungkin jadi pertimbangan pembina," ujar Riduan.

 

Saat ditanya bagaimana sikap AF selama melatih pramuka di sekolahnya, Riduan menyatakan pelaku cukup baik dan bersikap sopan. Bahkan dia tak menyangka pelaku memilki kelainan seks.

"Baiknya dia itu selama melatih. Kalau gak saya, ya pembina.Tapi kejadian itu (cabul) kan di rumah pelaku. Makanya saya heran dan tak percaya. Buat malu aja pelaku itu," ucap Riduan.

Terkait kasus ini, Riduan berjanji akan menjumpai seluruh anak didiknya yang menjadi korban.

"Setelah saya pulang dari Medan, saya akan jumpai anak didik saya itu, saya akan panggil seluruh guru," ucap Riduan.

Kepala Kwartir Cabang Praja Muka Karana Kota Pemtangsiantar, Suriyatno mengatakan pihaknya tak ada memberikan rekomendasi melatih kepada AF.

"Yang namanya pelatih Pramuka di Gudep itu ada rekomendasi dari Kwarcab. Semua pembina dan pelatih itu harus punya rekomendasi. Tapi setahu saya, yang bersangkutan tidak ada rekomendasi dari Kwarcab. Saya belum ada mengeluarkan rekomendasinya untuk melatih atau pun membina," ucap Suriyatno.

 

(ST1/tribunnews.com)
Next article Next Post
Previous article Previous Post