Rabu, 26 Juli 2017

Viral, Ini Curhat Madiun Curhat ke Jokowi: Tak Ada Dana Ikut Olimpiade Internasional

Fabian Rifial Azmi, pelajar Madrasah Ibtidaiyah Kresna, Kabupaten Madiun, mendadak populer di media sosial.

Bocah kelas IV ini curhat ke Presiden Joko Widodo karena tidak memiliki biaya untuk mengikuti ajang perlombaan Matematika tingkat internasional di Singapura.

Dalam video yang diunggah pemilik akun instagram @neira_fatma dan diunggah ulang pemilik akun instagram @infia_fact pada Selasa (25/7/2017), telah mendapat respon dari ratusan ribu warganet.

Hingga Rabu (26/7/2017) sore, jumlah penonton video curhatan Fabian mencapai 180 ribu lebih. Dalam waktu 21 jam sejak direpost akun @infia_fact, jumlah warganet yang berkomentar 750 orang.

 

Video berdurasi 46 detik yang pertama kali diunggah akun Instagram @neira_fatma ini berisi curahan hati Fabian yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Pemilik akun @infia_fact lalu mengunggah ulang dan menandai akun @jokowi yang tak lain milik Presiden Jokowi.

Fabian yang tercatat sebagai warga Kelurahan Mlilir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, ini mengeluh tidak bisa mengikuti olimpiade internasional karena tak memiliki biaya.

Dalam video singkat itu dia memperkenalkan diri bernama Fabian kelas IV MI Kresna Madiun. Fabian mengklaim telah menjadi juara matematika tingkat nasional.

 

Dalam videonya, Fabian juga menunjukkan beberapa medali emas dan piala yang pernah dia dapat dari ajang lomba bidang matematika.

Fabian mengklaim, dirinya juga berkesempatan mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional. Namun, karena tak memiliki biaya, ia tidak dapat mengikutinya.

"Saya juara matematika nasional. Saya berkesempatan mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional. Tapi tidak ada biaya. Tolong bantu saya Pak Jokowi," kata Fabian.

 

Warganet berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat membantu Fabian mewujudkan impiannya mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional.

"Tag ke anak pak de jokowi aja @kaesangp" tulis pemilik akun @benarkahbegitu.

"Semoga impiannya tercapai ya dek. smg dipermudah jalannya Aamiin," tulis akun @swsuyanto.

"Semangat men, lu pasti bisa" tulis akun @namakuandy.

 

Ditemui di sekolahnya, Fabian Rifial Azmi atau yang akrab disapa Abi mengaku bocah dalam video viral itu. Video itu direkam ibunya, Neira Fatmah (43) pada Selasa (26/7/2017) sepulang sekolah.

"Kemarin siang dengan mama, pulang dari sekolah," kata Fabian.

Ditanya alasan dia dan ibunya membuat video itu, bungsu dari tiga orang bersaudara ini mengaku tidak tahu. Ia hanya menunduk sambil menggelengkan kepala.

Bocah yang gemar bermain catur ini mengaku pada 2016 lalu berkesempatan mengikuti olimpiade matematika internasional di Singapura, namun tak ada biaya.

 

"Setelah dapat medali emas di Bogor, saya berkesempatan ikut olimpiade matematika internasional di Singapura," kata Fabian.

Kepala Madrasah MI Kresna, Ghufron Mahmud, membenarkan Fabian merupakan siswa berprestasi dan selalu mendapat rangking satu dan nilai bagus untuk matematika.

Sejak duduk di bangku kelas satu Fabian suka matematika. Ia juga telah mengharumkan nama sekolah dengan prestasi yang diukir di tingkat daerah hingga ke tingkat nasional.

"Anak ini memang sudah berprestasi sejak kelas satu, selalu mendapat rangking satu," kata Ghufron kepada Surya.

Beberapa prestasi yang pernah diraih siswa didiknya di antaranya Juara VIII Kategori SD Kelas 2 Olimpiade Aritmetika Anak Bangsa 2016 Tingkat Jawa Timur dan Jawa Tengah diselenggarkan lembaga bimbingan belajar, Pusat Belajar Anak Bangsa.

Peraih medali emas Kompetisi Matematika Nalaria Realistik ( KMNR) ke-11 diselenggarakan lembaga bimbingan belajar KPM Bogor 16 April 2016

Peraih medali perak bidang matematika dalam babak final Jember Mathematic and Science Olympiad 2 (JMSO2) tingkat Jawa Timur 18 Desember 2017

Gufron mengakui pada 2016 lalu seharusnya Fabian bisa mengikuti olimpiade matematika di Singapura. Dia berharap, tahun ini Fabian mendapatkan kesempatan yang sama dan mendapat dukungan pemerintah.

Pihak sekolah sangat mendukung Fabian. Namun, karena keterbatasan dana dari pihak sekolah dan yayasan, tak banyak yang bisa dilakukan.

Ayah Fabian, Farid Sulistio (56), mengatakan istrinya membuat video itu setelah melihat banyak anak-anak yang membuat video berisi curhatan dan permintaan kepada Presiden Jokowi.

"Kebetulan kemarin juga masih dalam suasana Hari Anak Nasional, jadi istri saya punya ide bikin video curhat untuk Presiden Jokowi," kata pengusaha peternakan ayam ini.

Ayah tiga anak ini mengaku tidak memiliki biaya untuk memberangkatkan anaknya dan guru pembimbing ke luar negeri untuk mengikuti olimpiade matematika.

"Kalau ke luar negeri kan biayanya mahal. Akhirnya enggak jadi bernagkat," ucap Farid.

Dia berharap aspirasi yang disampaikan anaknya lewat video di Instagtam mendapat respon Presiden Jokowi. "Harapannya anak saya kalau bisa ya dapat beasiswa berprestasi," kata  dia.

 

 

 

 

 

(st2/TRIBUNNEWS.COM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post