Minggu, 30 Juli 2017

Waspada Beras Pakai Sabun Pemutih Beredar, Ini Ciri-Cirinya

Warga harus waspada apabila mendapati beras yang berbusa secara tak wajar ketika dicuci. Setidaknya, itu terbukti dari hasil ungkapan tim Satgas Pangan Polres Gresik.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, tim satgas pangan menggerebek praktik curang di gudang beras di Dusun Terongbangi, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme beberapa waktu lalu.

"Berasnya dicampur cairan pencuci piring. Pas penggilingan, air dicampur dengan sabun itu. Jadi seperti dicuci," kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Adam Purbantoro, pekan lalu.

Proses pencucian ini sama dengan proses pencucian dengan air yang umum dilakukan di tempat penggilingan padi.

Namun, air yang dipakai dicampur dengan sabun pencuci piring merek terkenal.

Takaran yang digunakan, yakni dua tutup botol sabun per 10 liter air.

Barang bukti yang disita polisi, antara lain, beras 1,5 ton.

 

Beras yang belum “dicuci” di gudang berwarna cokelat kusam.

Setelah menjalani proses pembersihan dengan sabun, hasilnya beras jadi putih bersih.

Hingga saat ini, polisi belum menentukan tersangka pada kasus ini. Termasuk kepada pemilik gudang berinisial S.

Menurut Adam, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

Tim Satgas Pangan juga belum menelisik dugaan kecurangan lain.

Selama ini, wilayah edar beras tersebut masih lokalan, tersebar di wilayah Gresik.

Praktik curang yang dilakukan S di gudangnya diduga sudah berlangsung sejak 2013.

Dugaan itu berdasar dari awal operasi gudang.

Sementara, praktik itu baru terendus tim Satgas Pangan sekitar 1-2 bulan sebelum penggerebekan.

Bagi para pelaku usaha penggilingan beras, praktik-praktik curang oleh oknum sudah berlangsung lama.

Namun pada umumnya, mereka cenderung tertutup kepada sesama pelaku usaha penggilingan beras.

Affandi, seorang pengusaha penggilingan beras di Lamongan, mengatakan, sering mendengar praktik curang dengan pelbagai modus.

Informasinnya yang pernah ia dengar, praktik seperti itu tersebar di banyak kecamatan.

Namun ada beberapa daerah yang disebut lebih banyak pelaku kecurangannya dibanding kecamatan lain.

Jenis kecurangan yang sering ia dengar adalah penggunaan cairan yang bisa membuat beras biasa mirip seperti beras dari hasil panen padi pandan wangi.

"Dan cairan itu dijual di toko-toko pertanian di beberapa tempat," ungkapnya.

Cairan itu, kata dia, membuat beras beraroma pandan setelah ditanak.

Para pedagang tak sedikit yang mengklaim beras hasil olahan itu sebagai Beras Pandan Wangi asli.
Next article Next Post
Previous article Previous Post