Minggu, 30 Juli 2017

Wow!! PKB Usung Cak Imin Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap mengusung Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Presiden Joko Widodo di Pilpres tahun 2019.

Ketua DPP PKB Maman Imanulhaq menjelaskan alasan Cak Imin sebagai pendamping Jokowi karena tidak ada figur kuat di internal partai.

Selain itu beberapa petinggi PKB sudah ditempatkan untuk maju di Pilkada 2018.

"PKB mengusung Cak Imin, kita tidak ada tokoh lain," ujar Maman.

Menurut Maman karir Cak Imin di dunia politik sudah mumpuni untuk memperebutkan kursi orang nomor dua di Indonesia.

Hal ini dibuktikan saat Cak Imin jadi Ketua Umum PKB, Wakil Ketua DPR RI, dan terakhir sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Cak Imin dari karir kepolitikan sudah komplit," ungkap Maman.

Maman pun mengakui keputusan PKB mendorong Cak Imin sebagai pendamping Jokowi akan dihalangi oleh partai pendukung lainnya.

Karena itu PKB masih melakukan dialog dengan para partai politik untuk bisa meloloskan Cak Imin.

"Komunikasi itu kuncinya. Kesempatan di komunikasi baik untuk bangsa dan negara. PKB ingin wakafkan untuk Indonesia lebih baik," kata Maman.

Maman Imanulhaq juga menegaskan partainya selalu solid dalam setiap mendukung pemerintahan. Hal itu dibuktikan Maman pada saat zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun.

"Jangan ragukan PKB soal kesetiaan, zaman SBY kita setia beda dengan PKS," ujar Maman.

Di era kepemimpinan Presiden Jokowi, PKB kata Maman terus mendekat kepada kiai dan ulama. PKB memberikan pengertian semua program kerja dan anggaran yang digunakan Jokowi untuk pembangunan negara.

"Di zaman Pak Jokowi kita enggak neko-neko. Kita memberi penjelasan kepada kiai-kiai di pesantren soal anggaran," ujar Maman.

Anggota Komisi VIII DPR itu menjelaskan dalam setiap pekerjaan, PKB tidak ingin pernah diberitahukan Jokowi. Karena kata Maman sudah menjadi loyalitas di dalam koalisi pemerintahan.

"Apakah Jokowi tahu atau tidak, bukan jadi persoalan," kata Maman.

Maman menambahkan alasan PKB mendukung penuh pemerintahan Jokowi karena melihat sosok Presiden. Dalam hal ini mantan Gubernur DKI itu dinilai bisa bekerja dengan baik dan jujur.

"Kita mendukung Jokowi bukan karena sosok atau personal, tapi nilai, orang jujur, spirit baru, harapan terhadap Indonesia," ungkap Maman.

AHY Bantah Berpasangan dengan Prabowo
Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Presiden ke-enam RI Susilo Bambang Yudhoyono, mengakui telah mendengar isu yang berkembang soal dirinya yang disebut-sebut akan dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pemilu 2019.

"Ya, saya dengar juga banyak, berbagai spekulasi di publik," kata Agus.

Seperti diketahui, isu tersebut muncul pasca-pertemuan SBY dan Prabowo yang berlangsung di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Agus, seperti yang disampaikan pada konfrensi pers ayahnya dan Prabowo, pertemuan itu tidak membahas soal koalisi, tapi berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa ini.

"Tentunya beliau-beliau (SBY-Prabowo) ingin mempertemukan pemikiran, gagasan, bagaimana kita bisa bersama-sama menjadi bagian dari solusi untuk negeri kita dalam berbagai aspek," ujar Agus.

Yang jelas, lanjut Agus, kedua tokoh tersebut sepakat untuk membangun komunikasi yang baik ke depan.

"Karena sekali lagi, adanya partai politik, adanya tokoh politik di negeri ini, agar kita bersama-sama menghasilkan pemikiran-pemikiran terbaik untuk menyelesaikan permasalahan bangsa," ujar Agus.

 

 

(ST9/tribunnews.com)
Next article Next Post
Previous article Previous Post