Selasa, 08 Agustus 2017

Ketika Nama Luhut Panjaitan Disebut dalam Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Patung Yesus

Sinartapanuli.com- Nama Luhut L Panjaitan muncul dalam pertimbangan majelis hakim pada vonis dua terdakwa korupsi pembangunan Patung Yesus di perbukitan Siatasbarita, Tarutung.

Dalam pertimbangan Ketua Majelis Hakim, Nazar Efriandi menyebut, Luhut L Panjaitan adalah rekanan yang menyediakan kerangka patung dianggap turut serta pada proyek tahun anggaran (TA) 2013 senilai Rp. 6,1 miliar ini.

Yang dimaksud bukanlah Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, tapi Luhut L Panjaitan.

Menanggapi pertimbangan hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Symon Morrys Sihombing akan menyampaikan hal tersebut kepada Polres Taput.

"Kita akan rekomendasikan kepada penyidik (Polres Taput) siapa-siapa aja yang ikut menikmati kerugian negara," jelasnya sesuai dengan pertimbangan hakim. Kemarin sudah kita ajukan, cuma belum ada balasan," kata Symon.

Sebelumnya, terdakwa Murni Alan menyebut, Luhut L Panjaitan rekanan yang menyediakan kerangka Patung Yesus patut diminta pertanggungjawaban serta dibebankan mengembalikan kerugian negara.

Pekerjaan pembuatan kerangka patung, Murni Alan melakukan sub kontrak kepada Luhut Panjaitan dengan perjanjian di notaris bahwa bahan dasarnya kerangka patung murni terbuat dari tembaga ukuran 2 mm.

"Ternyata yang dikirim Luhut Panjaitan adalah tembaga dan tidak saya pasang lantaran tidak sesuai dengan bestek. Akibatnya, pekerjaan terkendala dan tidak selesai. Akhirnya PPK (terdakwa Sondang Pane) memutus kontrak," kata Murni Alan.
Next article Next Post
Previous article Previous Post