Senin, 21 Agustus 2017

Miris!! Kasus Pemukulan oleh Abang Bupati Samosir Jalan di Tempat

Sinartapanuli.com
MEDAN - Hanya gara-gara berstatus kewarganegaraan Jerman, penyidik Polres Samosir tidak menerima kesaksian Thomas Heinle yang melihat secara langsung pemukulan yang dilakukan oleh Jautir Simbolon, abang kandung Bupati Samosir dan sejumlah anggota Jautir di kawasan Silimalombu.

Seorang korban pemukulan, Sebastian Hutabarat mengatakan kasus yang ditangani Polres Samosir itu seakan jalan ditempat setelah lima hari dilaporkan oleh dirinya dan temannya Joe.

Padahal polisi sudah memegang bukti berupa kaos Sebastian dan Joe dan hasil visum dokter. Hanya saja keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu Thomas yang ditolak.

"Alasan Kapolres Samosir karena tidak pandai berbahasa Inggris dan butuh penerjemah bersertifikat untuk mendapatkan kesaksian Thomas," kata Sebastian (21/8/2017) malam.

Dinilai tak logis dan terkesan lamban, membuat Sebastiandan sejumlah rekannya meminta kasus ini untuk segera ditangani oleh Polda Sumut.

"Sudah lima hari kasus ini dilaporkan. Tapi jawaban Kapolres Samosir masih sama, sabar masih penyelidikan," ungkapnya.

Kasus ini bermula ketika Sebastian dan Joe mendatangi lokasi tambang milik Jautir Simbolon pada Selasa (15/8/2017) sekitar pukul 07.30 WIB yang diduga mencemari lingkungan.

Kegiatan selanjutnya diiisi dengan diskusi bersama pemilik tambang selama kurang lebih 20 menit. Namun, setelah pamit dan berjalan sekitar 10 meter, Sebastian dan Joe dipanggil kembali dan tanpa diduga mengalami penganiayaan dari Jautir dan anggotanya.

Sekitar pukul 08.29 WIB Thomas Heinle datang ke lokasi setelah mendapat informasi dari istrinya Ratnauli Gultom bahwa Sebastian dan Joe tengah mengalami penganiayaan.

"Jadi mereka ini malamnya menginap di tempat saya dan istri. Saya tahu tujuan mereka untuk melihat lokasi tambang. Saya juga lihat mereka dipukul saat tiba di sana" kata Thomas dengan Bahasa Indonesia terbata-bata sembari memperagakan pemukulan yang dilakukan.
Next article Next Post
Previous article Previous Post