Kamis, 10 Agustus 2017

Warga : Dinas Pariwisata Humbahas "Ngantuk" Hadapi BODT,Kamar Mandi Hibah aja Ditelantarkan

 

Baktiraja ,Humbahas
Sinartapanuli.com - Persiapan untuk menjadikan Danau Toba menjadi sebuah destinasi wisata yang bertaraf internasional yang dicanangkan oleh presiden Jokowi nampaknya sudah mulai direalisasikan.Sejumlah titik atau tempat di seputaran Danau Toba sudah ditinjau langsung oleh dinas kepariwisataan Indonesia untuk dibangun menjadi sebuah objek wisata yang lebih menarik nantinya.

Humbang Hasundutan (Humbahas) selaku salah satu dari 7 kabupaten di Sumatera Utara yang wilayahnya ikut berada di kawasan Danau Toba pun tak ketinggalan harus di benahi.

Kabupaten ini memiliki sejumlah tempat wisata yang sangat berpotensial sekali untuk mendukung langkah-langkah Badan Otorita Danau Toba (BODT) nantinya.Semisal Air Terjun Janji,Aek Sipangolu,Istana Sisingamangaraja,dan lain-lainnya, digadang-gadang menjadi sebuah keunggulan tersendiri dari kabupaten ini.

Beberapa warga di kecamatan Baktiraja pun sangat mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia terkait pengembangan tempat wisata di Danau Toba.

"Yang pasti kita bangga,ini akan menjadi semangat baru dalam hidup warga sini",ujar seorang warga Bakkara yang dijumpai di kompleks Mess Pemkab Humbahas beberapa waktu lalu.

"Ini akan menjadi sejarah baru buat Indonesia, khususnya untuk kita sebagai warga yang tinggal di sekitaran Danau Toba ini, kami berharap program BODT ini dapat mengubah perekonomian warga sini nantinya",kata warga lainnya ikut menimpali.

Tapi warga ini juga sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Pariwisata Humbahas.Menurut warga ini,dinas yang membidangi destinasi pariwisata Humbahas tersebut terkesan tak peduli dan lamban bekerja.

"Ini saya rasa akan menjadi bumerang tersendiri buat kabupaten kita terkait pariwisata.Mereka (Dinas Pariwisata,red) belum punya kinerja yang berarti yang dapat dilihat dengan mata kepala kami sendiri sebagai warga yang tinggal di sini",kata salah seorang warga dengan nada agak kecewa.

"Lihat aja ke belakang mess Pemkab ini lae,di situ ada bantuan kamar mandi dari PT Angkasa Pura II, tak terawat,tiap saat mengeluarkan bau tak sedap", imbuhnya kembali.

Beberapa warga ini juga mengakui tidak tahu menahu tentang wewenang Dinas Pariwisata terhadap kamar mandi bantuan dari Angkasa Pura II tersebut.Yang mereka tahu, SKPD Pemkab Humbahas ini bertanggung jawab atas segala sesuatu yang bisa menghambat atau mengganggu program kepariwisataan di wilayah tersebut.

"Mereka banyakan tidur kayaknya.Waktu orang Spanyol datang ke sini,kamar mandi ini mengeluarkan aroma yang sangat menyengat.Saat itu ada pertunjukan sanggar seni di sini.Apa mereka ga malu.Masak ngurusin kamar mandi hibah aja ga becus,gimana mau ngurus yang lain...", lanjut warga tersebut.

Pantauan wartawan,kamar mandi tersebut sepertinya baru saja selesai dibangun.Melihat dari bentuk bangunan, biayanya kemungkinan menelan biaya lumayan besar.Tapi sangat disayangkan, akibat tak ada perawatan, kondisinya menjadi sangat mengenaskan.Selain mengeluarkan bau tak sedap, sampah-sampah dan kerusakan pada fisik bangunan nampak terlihat di nyaris tiap titik bangunan.

Untuk memperjelas hal ini, awak media ini pun mencoba meminta keterangan terhadap Dinas Pariwisata Humbahas,Jumat (11/07/17).Melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi,Ferdinan,pihak Dinas tersebut berdalih kalau bangunan tersebut belum ada serah terima dari pihak Angkasa Pura II kepada pihak Pemkab.

Ketika ditanya sekaitan dampaknya terhadap kepariwisataan Humbahas jika bangunan tersebut dibiarkan, Ferdinan menyebutkan akan segera mengambil langkah selanjutnya.

"Secepatnya akan kita minta kerja sama Angkasa Pura II ke kita,agar segera diadakan serah terima.Rencananya secepatnya,Minggu depan ", katanya di seberang telepon.

 

 

(Rachmat Tinton)
Next article Next Post
Previous article Previous Post