Jumat, 22 September 2017

Diduga Melebihi Tonase, Warga Keluhkan Truk Mitra TPL Rusak Jalan di Parsingguran

 

Pollung,Humbahas,Sinartapanuli.com

- Truk mitra PT TPL,Tbk kembali berulah di Humbang Hasundutan (Humbahas).Angkutan yang membawa kayu eucalyptus tersebut dari desa Parsingguran II dibiarkan melewati jalanan dengan kondisi muatan berlebihan.Akibatnya,sepanjang jalan usaha tani dan jalan desa berkelas III di desa tersebut mengalami kerusakan di beberapa titik.Apalagi kayu eucalyptus tersebut langsung diangkut dalam kondisi segar dan belum kering.

Hal tersebut dibenarkan oleh sejumlah penduduk di desa tersebut.Mereka mulai mengeluhkan sikap perusahaan angkutan yang membawa kayu eucalyptus tersebut yang kerap berlalu lalang dari desa mereka dengan kondisi over tonase.

"Kondisi jalan jadi makin parah.Tadinya jalan kami memang udah rusak karena dilindas eskavator, tapi makin diperparah lagi oleh truk-truk pengangkut kayu milik TPL tersebut", ujar salah seorang warga.

Senada,seorang warga lainnya juga menambahkan.Warga ini juga sangat menyayangkan sikap perusahaan angkutan yang tak mau mengikuti aturan.

"Apalagi pemilik perusahaan angkutan tersebut adalah seorang oknum DPRD Humbahas,harusnya taat aturanlah...... Seharusnya si DPR tersebut jadi panutan", katanya.

[caption id="attachment_888" align="alignnone" width="300"] Nampak Jalan Rusak[/caption]

Kadis Perhubungan Humbahas,Jaulim Simanullang, melalui Kabid Managemen Rekayasa Lalu Lintas dan Angkutan,Parman Lumban Gaol,saat ditemui di kantornya,mengatakan kalau pihaknya bakal segera melakukan tindakan tegas.

"Truk-truk mitra TPL ini memang dari dulu agak bandal.Kalau ada razia kayak kemarin-kemarin,mereka lebih memilih mengumpat", bebernya,Jumat (22/09/2017).

Parman Lumban Gaol juga menambahkan, perusahaan angkutan mitra TPL ini juga sering beralasan yang tak masuk akal.Mereka kerap berdalih kalau ongkos angkut kayu eucalyptus tersebut tak sesuai lagi kalau jumlah muatan dikurangi,padahal perusahaan PT TPL,tbk diketahui sudah dua kali menaikkan ongkos muatan.

(Rachmat Tinton)
Next article Next Post
Previous article Previous Post