Selasa, 05 September 2017

Ini Cerita Haru Sepasang Pengungsi Rohingya yang Dipersatukan di Medan Sumut

Sinartapanuli.com
MEDAN - Setelah terpisah selama dua tahun akibat sulitnya perijinan satu keluarga pengungsi Rohingya akhirnya bersatu di Medan.

Tepatnya tahun 2015 Imam Husain dan Rubiza kembali bertemu di Penampungan Imigrasi Kelas 1 Khusus Medan, Hotel Beraspati, Jalan Jamin Ginting yang disediakan UNHCR dan IOM.

Meski di daerah asalnya, duka masih menyelimuti para pengungsi, namun sedikit kisah bahagia datang dari keluarga Imam ini. Disini lelaki berumur 25 tinggal bersama istri dan empat orang anaknya.

Sebelum berada di tempat penampungan ini Husain bersama istri dan anak anaknya sempat terpisah beberapa tahun setelah berusaha melarikan diri dari Myanmar.

Husain terdampar di Malaysia sedangkan istri dan anak anaknya berada di indonesia. Bersusah payah akhirnya Husain pun dapat keluar dari Malaysia dan ditangkap oleh imigrasi medan di belawan. Husain akhirnya di tahan selama satu tahun sampai pada akhirnya dirinya di tempatkan di penampungan Beraspati dan bertemu dengan istri dan anak anaknya.

Di ruangan berukuran sekitar 4x6 m terdapat anak bungsu yang baru berumur tiga bulan tampak sedang diayunkan. Ketiga kakaknya tampak duduk manis mendengarkan orangtuanya.

Husain mengaku dirinya sangat bersyukur bisa bertemu dengan istri dan anak-anaknya meski berstatus pengungsi.

"Di sini sudah baik, saya bersyukur bisa bertemu anak-anak saya walaupun dalam kondisi pengungsi," terangnya, Selasa (5/8/2017).

Ia menjelaskan meski berstatus sebagai pengungsi dan tidak ada pekerjaan. Namun ia nyaman tinggal di Indoenesia dimana tidak ada konflik seperti di negaranya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post