Senin, 25 September 2017

Kapolda Sumut Harap Masyarakat Tenang

sinartapanuli.com

- Dua hari berturut-turut, Kota Medan kian mencekam akibat aksi pembegalan.

Sasarannya adalah sopir berbasis online.

Pembegalan yang berujung kematian ini terjadi saat tengah malam dan dini hari.

Pertama, pengemudi Grab Bike bernama Ridwan Limbong (34) tewas ditikami kawanan perampok saat melintas di Jalan Juanda, dekat Hotel Pardede, Medan Polonia, Sabtu (23/9/2017) subuh.

Seorang pelaku berinisial MD (24) ditangkap. Saat itu pelaku terjatuh dan disergap warga yang ada di lokasi kejadian.

Sebelum tewas dirampok, korban yang kebetulan mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 2132 AHC tengah menjemput penumpang sekitar pukul 04.00 WIB.

 
Betti Wani Purba (33), isteri mendiang sopir Grab Bike Ridwan Limbong (34) menangisi jasad suaminya di rumah duka Jl Palem IX, Lingkungan X, Kelurahan Helvetia Barat, Kecamatan Helvetia. Ridwan tewas setelah ditikami kawanan begal di Jl Juanda, Sabtu (23/9/2017)
Betti Wani Purba (33), isteri mediang sopir Grab Bike Ridwan Limbong (34) menangisi jasad suaminya di rumah duka Jl Palem IX, Lingkungan X, Kelurahan Helvetia Barat, Kecamatan Helvetia. Ridwan tewas setelah ditikami kawanan begal di Jl Juanda, Sabtu (23/9/2017) 

Saat melintas di areal bundaran Hotel Pardede Medan, korban dihentikan empat orang pelaku. Saat itu korban melawan dan mempertahankan motornya.

Karena takut diketahui warga, seorang pelaku menikam korban.

Sontak, korban teriak dan warga berdatangan.

Sementara, korbannya sempat dibawa ke RS Boloni.

Karena tidak ada dokter, korban dibawa ke RS Bhayangkara.

Malang, di perjalanan, korban yang diduga kehabisan darah meninggal dunia.

Sasmita boru Simanjuntak (56) hiteris, meratapi jenazah anaknya Ridwan Limbong (34).

Bersama belasan kerabat, Sasmita histeris saat mobil jenazah tiba di rumah duka, Jalan Palem IX, Nomor 39, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, pukul 14.00 WIB.

 

Keluarga berharap agar semua pelaku dapat segera tertangkap.

Betti sendiri tak menduga, suaminya meregang nyawa secara sadis, ditikami kawanan begal.

"Bagaimanapun caranya, kami ingin pelaku segera tertangkap, baik oleh polisi maupun awak media agar membantu mengungkap kejadiannya," harap bibi korban, Desima br. Simanjuntak(68).

Teranyar, sopir taksi online bernama David Julher Simanjuntak juga ditemukan meregang nyawa di dalam parit Jalan Sempurna Medan, Minggu (24/9/2017) dini hari.

Jasad sopir yang mengemudikan mobil Avanza putih BK 1281 BP ini ditemukan bersimbah darah dan luka-luka di sekujur tubuh setelah diterjang kawanan begal.

Dari informasi yang diperoleh, sebelum tewas, David Julher Simanjuntak baru saja mendapat pesanan penumpang dari Jalan Sutomo tujuan Jalan Wahidin Medan, sekitar pukul 19.00 WIB.

 
Putri David Simanjuntak memperlihatkan foto terakhir ayahnya sebelum dibunuh kawanan perampok
Putri David Simanjuntak memperlihatkan foto terakhir ayahnya sebelum dibunuh kawanan perampok 

Yurida Sihombing, istri dari David Simanjuntak sopir grab yang meninggal dunia langsung mendatangi lokasi ditemukannya jasad suaminya di Jalan Sempurna, Medan.

Satpam indekos elite di Jalan Sempurna, Manurung, menceritakan, Yurida bersama keluarga mendatangi lokasi ditemukannya jenazah David Simanjuntak.

Bahkan, Yurida sempat mencercar pertanyaan. Tapi, pria berkulit sawo matang ini tidak mengetahui merek mobil yang dikendarai.

 

"Sedih kali istrinya, mungkin pengin tahu bagaimana kejadian suaminya. Kamera CCTV sudah periksa enggak nampak karena terhalang tembok. Kalau kendaraan yang lewat sekilas aja," ujarnya.

Jasad David Simanjuntak pertama sekali ditemukan Hendro Siagian, Satpam Indekos elite di Jalan Sempurna Medan dalam posisi terlungkup bersimbah darah di parit.

Harap Masyarakat Tetap Tenang
Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw ketika sedang memeriksa barisan personel polisi, Rabu (9/8/2017). (Tribun Medan / Mustaqim)
Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw ketika sedang memeriksa barisan personel polisi, Rabu (9/8/2017). 

Atas kejadian pembegalan beruntun ini, kepolisian diwajibkan bekerja ekstra guna menciptakan suasana Kota Medan kondusif, aman, dan nyaman, bebas dari komplotan begal.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw berharap masyarakat Kota Medan, Sumut tetap bersama-sama dengan kepolisian melawan kejahatan, tetap tenang dan menahan diri.

"Saya berharap semua tahan diri dan serahkan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya. Polisi akan tangani dan sesegera mengungkap dan menangkap pelakunya," ucapnya kepada Tribun-Medan.com, Minggu (24/9/2017) sore.

Kapolda Irjen Pol Waterpauw juga mengharapkan, kerja sama semua elemen masyarakat Kota Medan yang mengetahui atau mendengar info pelaku agar memberi masukan (info) kepada petugas kepolisian.

"Kami turut prihatin dan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Jika ada yang mencurigakan segera lapor ke polisi," ucapnya.

Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing mengaku, kini personel polisi sedang melakukan penyelidikan, dan beraharap pelaku segera diungkap.

 

Penyelidikan marathon terhadap pelaku pembegalan juga dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Budiman.

"Kami sedang keliling (mencari pelaku begal). Saat ini kami berada di daerah Pancing. Sudah tidak tidur ini dari tadi malam. Doakan saja segera ditangkap pelakunya," ucapnya via seluler.
Next article Next Post
Previous article Previous Post