Selasa, 17 Oktober 2017

Akhirnya, Penyidik Kejati Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Bapemas Sumut

sinartapanuli.com

MEDAN - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara kembali menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi peningkatan aparatur Pemerintah Desa di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Sumut Tahun Anggaran (TA) 2015 senilai Rp 40,8 miliar

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan dalam kasus ini penyidik telah menetapkan Edita Siburian sebagai tersangka. Adapun peran Edita yaitu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek yang dana bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2015.



"Ya, ada tersangka baru dalam kasus tersebut, yaitu Edita Siburian sebagai PPK pada kegiatan di Bapemas TA 2015 untuk penyelenggaraan kegiatan sosialisasi," kata Sumanggar, Senin (16/10/2017).

Sumanggar menjelaskan penetapan Edita Siburian sebagai tersangka telah berlangsung sejak sebulan lalu, namun belum dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

"Tersangka ini belum diperiksa sejak statusnya sebagai tersangka, karena masih dalam pemeriksaan saksi-saksi," sebutnya.

Disinggung kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini, termasuk keterlibatan mantan Kepala Bapemas Amran Utheh, Sumanggar menyebutkan masih dalam tahap penyelidikan di Kejati Sumut.

"Belum bisa kita simpulkan karena pemeriksaan masih terus berjalan," jelasnya.

Sebelumnya, Kejati Sumut telah menetapkan tiga orang rekanan yang bergerak dibidang Event Organizer (EO) sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif Indo, Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex.
Next article Next Post
Previous article Previous Post