Rabu, 11 Oktober 2017

Kisah Uskup di Flores Mundur Akibat Skandal Wanita dan Penyalahgunaan Keuangan

sinartapanuli.com

- Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri seorang uskup Indonesia yang diduga menjalin hubungan intim dengan seorang perempuan dan mengambil dana gereja.
Uskup Ruteng, Hubertus Leteng, sebelumnya telah membantah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.
Dan tanpa menjelaskan alasannya dia akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin pastoral di Keuskupan Ruteng, Rabu (11/10).

Di usianya yang menginjak 58 tahun, Leteng mengakhiri posisi keuskupannya lebih cepat 17 tahun sebelum masa pensiunnya tiba.
Sebelumnya Vatikan telah menyelidiki laporan-laporan yang menyebutkan bahwa dirinya secara diam-diam meminjam uang sebesar US$ 94.000 atau sekitar Rp 1,2 miliar dari Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI.
Dia juga diduga telah mengambil uang sebesar US$ 30.000 atau sekitar Rp 400 juta dari keuskupannya.
'Fitnah'
Hampir 70 pastor dilaporkan mengundurkan diri pada Juni lalu untuk memprotes apa yang dituduhkan terhadap Leteng - mengarah ke upaya penyelidikan oleh Vatikan.
Namun demikian, Uskup Leteng menyatakan dana tersebut digunakan untuk mendidik kaum muda yang miskin.
Dalam laporannya pada Juni lalu, The Catholic Herald mengungkapkan bahwa sebagian uang tersebut digunakan Leteng untuk membiayai seorang pemuda dari keluarga miskin yang tengah sekolah pilot di Amerika Serikat.
Leteng juga mengatakan bahwa tuduhan dirinya memiliki hubungan intim dengan seorang perempuan merupakan "fitnah".
Sejauh ini Vatikan belum menjelaskan kenapa uskup tersebut memilih pensiun dini.
Keuskupan Ruteng juga tidak menyebutkan tuduhan terhadap Leteng saat mengumumkan pengunduran diri Leteng serta penggantinya pada Rabu (11/10).
Dalam keterangan pers yang diterima Sesawi.Net dari Wakil Ketua Komsos Keuskupan Ruteng, Romo Erick Ratu disebutkan bahwa surat pengunduran diri sang uskup diterima Bapa Suci Paus Fransiskus Rabu, 11 Oktober 2017.
Pengumuman pengunduran diri ini disampaikan oleh Wakil Tahta Suci atau Pelaksana Tugasad interim Nunciatura Apostolik di Indonesia Romo Fabio Salerno di Istana Keuskupan Ruteng bersamaan dengan siaran pers di Vatikan, Rabu (11/10) dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh Mgr. Hubertus Leteng, Mgr. Silvester San, Rm. Vikjen, Dewan Kuria, Dewan Konsultores, Dewan Imam, dan Romo Siprianus Hormat Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia.

Mgr Silvester San / Fotografer : Romo Erick Ratu Pr
Bapa Suci seperti dikatakan Romo Fabio juga mengangkat Uskup Denpasar Mgr Silvester San sebagai Administrator Apostolik sede vacante et ad nutum Sanctae Sedis (kosongnya tahta gerejawi) Keuskupan Ruteng dan melimpahkan semua kewenangan serta tugas-tugas di wilayah seperti yang selama ini menjadi kewenangan Mgr Hubertus Leteng (masih berada di wilayah kewenangan Kongregasi Propaganda Fide) yakni Keuskupan Ruteng.
Mgr Silvester diangkat oleh Paul Benediktus XVI menjadi Uskup Denpasar dan diumumkan oleh Tahta Suci Vatikan pada tanggal 22 November 2008 lalu.
Selanjutnya, Mgr Silvester ditahbiskan menjadi Uskup pada tanggal 19 Februari 2009, di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, Bali, dengan Penahbis Utama Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Uskup Agung Ende.
Mgr Silvester menahkodai Keuskupan Denpasar, yang mencakup wilayah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Mgr Silvester lahir di Mauponggo, Nagekeo, pada tanggal 11 Juli 1961. Ia adalah anak laki-laki ketiga dari sembilan bersaudara, dari pasangan Roben Robo dan Katharina No’o Nore.
Mgr Silvester menyelesaikan pendidikan di SDK Maukeli, Seminari Menengah St. Yohanes Berkmans Todabelu Mataloko Ngada (SMP-SMA), Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Maumere.
Mgr Silvester ditahbiskan menjadi imam Diosesan Keuskupan Agung Ende pada tanggal 29 Juli 1988 oleh Mgr. Donatus Djagom, SVD, Uskup Agung Ende ketika itu.
Artikel ini sudah tayang di bbc indonesia berjudul: Uskup Indonesia mundur karena dugaan skandal seks dan uang
Next article Next Post
Previous article Previous Post