Jumat, 20 Oktober 2017

Ngeri!! Satpam Injak-injak Tubuh Mahasiswa USU, Imanuel Silaban Kritis Dirawat di Ruang ICU

sinartapanuli.com

- Imanuel Silaban alias Nuel, mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) dalam kondisi kritis.

Ia menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, sejak Jumat (20/10) akibat korban penculikan, pengeroyokan dan penyiksaan sekelompok personel satpam USU.

Pihak Rektorat mengatakan kasus bermula dari penolakan mahasiswa terhadap renovasi gedung di kampus.

Hingga Jumat malam, Nuel masih dirawat di ICU RS Columbia Asia. Namun kondisi Nuel tidak dapat dipantau wartawan maupun teman-temannya. Pihak rumah sakit melarang Harian Tribun Medan/online Tribun-Medan.com menemui Nuel.

"Tidak bisa dilihat, karena ini bukan pasien kasus biasa," kata perawat yang mengenakan seragam medis lengkap.

Nuel diketahui menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum anggtoa satpam atau kampus USU pada Kamis (19/10) larut malam.

Kejadiannya di lokasi kampus, sekitar pukul 23.00 WIB. Nuel seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Prodemokrasi (Gema Prodem) USU. Ia kuliah masuk atau stambuk 2010.

Sejumlah mahasiswa, rekan korban mengatakan, Nuel diculik lalu disiksa menggunakan balok kayu, sebagian kayu terdapat paku menancap. Nuel dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jumat pagi.

Akibat kondisi luka yang dialami cukup parah, ia dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Jumat siang. Nuel mengalami luka pada wajah dan badannya. Dagunya mengalmi luka, dan mengucurkan darah.

Informasi yang diperoleh menyebut, kejadian berawal pada Kamis (19/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Nuel berada di Fakultas Ilmu Budaya. "Nuel diculik lalu diikat dengan rantai. Dia diseret-seret sambil dipukuli," kata salah seorang mahasiswa berambut gondrong, kemarin siang.

Masih enurut mahasiswa itu, setelah diculik, Nuel dibawa ke pos satpam yang ada di pintu dua kampus USU. Di sana, Nuel dikabarkan kembali diinjak-injak sekelompok satpam.

"Kami datangi pos satpam, tapi Nuel sudah tidak ada. Kami tanya dia di mana, tapi sekuriti tidak kasih tau dia di mana," katanya.

Lantaran kesal, mahasiswa menduduki kantor sekuriti. Mahasiswa pun memblokade jalan masuk dan membakar kayu di tengah jalan. Aksi mereka dibukarkan puluhan anggota satpam.

"Kemarin ada juga kayu-kayu balok, tapi ini sudah tidak tampak lagi, mungkin dibawa ke Mako Sekuriti," kata mahasiswa.

Lokasi pemukulan Nuel berada di satu lapangan yang berada di dalam kampus FIB USU. Lapangan ini berada di antara sejumlah kantin. "Kemarin ada teman yang punya video darah-darah di sini," kata mahasiswa itu.

Selain membolakde jalan menuju kampus USU, sejumlah mahasiswa berkumpul diri di kawasan Markas Komando (Mako) Sekuriti USU Pintu II Jalan Prof Ma'as, Medan.

Mereka menggelar unjuk rasa mengutuk tindakan represif yang dilakukan satpam terhadap rekan mereka, Imanuel Silaban. Mahasiswa memampang sejumlah spanduk sebagai alat peraga aksi tepat di Mako Sekuriti USU. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Aktivis mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) menunjukkan sejumlah alat yang diduga barang bukti pemukulan Nuel.

Mereka menunjukkan satu unit gitar yang telah rusak, kemudian bantalan kursi yang terdapat bercak darah, satu unit kursi besi jenis lipat serta sepatu milik Nuel yang tertinggal di lokasi kejadian.

Balas Dendam

Terkait penganiayaan yang diduga melibatkan satpam USU, Wakil Rektor-5 Universitas Sumatera Utara Luhut Sihombing membenarkan adanya penganiaya terhadap Imanuel Silaban. Menurutnya terjadi perkelahian. Pihak rektorat tidak sependapat terhadap sebutan adanya penculikan.

"Awalnya, terjadi perkelahian. Setelah, mahasiswa terjatuh, kemudian berantam dengan Saptam kampus, sehingga kondisi mahasiswa luka-luka. Kemudian dilarikan ke rumah sakit, bukan penculikan sebagai mana informasi yang beredar. Sebelum ditangkap Satpam mengejar mahasiswa," ujar Luhut.

Bentrokan antara mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dengan petugas keamanan bermula saat rektorat mengutus Satpam untuk menjaga gedung bagian belakang FIB yang tengah direnovasi. Renovasi dilakukan karena gedung itu sangat jorok dan kurang terawat.

Namun, selama ini gedung yang kotor alias enggak bersih tersebut digunakan mahasiswa sebagai tempat berkumpul. Mereka sering tidur di dalam gedung serta melakukan aktivitas hingga larut malam sehingga gedungnya ingin diperbaiki.

Renovasi gedung sangat penting lantaran kebutuhan sarana dan prasarana sudah mendesak. Apalagi jumlah mahasiswa di FIB terus bertambah, tapi saat pengerjaan renovasi gedung ada pihak tertentu yang mengganggu.

"Misalnya, siang tukang bekerja memperbaiki gedung namun orang tertentu menghancurkan pada malam hari. Jadi, proses pengerjaannya terganggu. Tentu orang-orang enggak senang, enggak tahu alasan tidak suka. Agar renovasi terlaksana kami tempatkan Satpam untuk berjaga-jaga," kata Luhut.

Setiap malam petugas keamanan berjaga-jaga di gedung yang sedang direnovasi itu. Namun, pada Selasa (17/10) terjadi gesekan antara Satpam dengan mahasiswa. Dua petugas keamanan terluka sehingga mendapatkan perawatan di Rumah Sakit USU.

Semua Satpam yang terluka sudah membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Baru. Bahkan, sudah dilakukan visum namun petugas yang lain tetap melakukan penjagaan. Kemudian, pada Kamis (19/10) para Satpam membalas dendam.

"Satpam membalas dendam, jadi bukan culik-menculik. Gedung di belakang yang sering mereka tidur-tiduran. Sudah tahunya Bapak seperti apa gedungnya itu, sama-sama kita tahu bagaimana di sana. Kami koordinasi dengan polisi dan BNN supaya menindaklanjuti berbagai laporan di sana (FIB)" ujarnya.

Dialog

Rektorat USU sudah melarang Saptam bertindak anarkis sehingga disarankan sabar menunggu proses hukum. Tapi, pada Kamis (19/10) malam itu, Satpam melihat pelaku pemukulan Satpam berada di kampus.

Informasi yang diperoleh, emosi Satpam tersulut karena mahasiswa mengejek sehingga chaos. Mahasiswa yang terluka, yakni Nuel, dibawa ke Rumah Sakit Brimob kemudian dirujuk ke RS Columbia Asia. Namun, para mahasiswa menuduh adanya penculikan sehingga berdemo di Mako Satpam USU.

Mahasiswa yang berdemonstrasi membakar ban bekas serta menduduki gedung Mako Satpam USU. Oleh sebab itu, USU meminta bantuan dari petugas keamanan supaya meredam aksi mahasiswa tersebut.

"Saya berdialog sama mahasiswa. Kejadian itu, enggak diinginkan bersama, dan saya berjanji memberikan yang terbaik kepada mahasiswa terbuka, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia. Saya takut juga terjadi masalah di kesehatan mahasiswa itu," katanya.

USU akan terus melatih Satpam supaya perilakunya bisa lebih bagus dalam menghadapi mahasiswa. Bahkan, ia membantah adanya informasi USU memelihara organisasi kepemudaan (OKP).

"Enggak benar memelihara OKP di kampus, coba runut dulu yang buat masalah fakultas mana? Hanya dari kalangan kelompok tertentu saja. Fakultas Pertanian saja enggak sampai ada masalah begini. Apalagi, Fakultas Kedokteran tidak ada masalah. Ada reaksi dan aksi," ungkapnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post