Rabu, 11 Oktober 2017

Penanganan Korupsi yang Tebang Pilih, Mahasiswa Serdangbedagai Mengadu ke Kejati

sinartapanuli.com

MEDAN - Penanganan kasus korupsi di Dinas Pekerja Umum (PU) Serdangbedagai dinilai masih dilakukan secara tebang pilih oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Seirampah dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut.

Hal itu disampaikan Himpunan Mahasiswa Serdangbedagai (HIMMAS Sergai) yang melakukan aksi unjukrasa ke Kejati Sumutdi Jalan AH Nasution, Selasa (10/10/2017).

Koordinator Aksi, Gunawan Bakti menyebutkan hingga saat ini baru dua orang pejabat yang ditetapkan tersangka yaitu mantan Kepala Dinas (Kadis) PU, Darwin Sitepu dan Bendahara Dinas PU Samsir Muhammad Nasution dalam proyek pemeliharaan jalan di Kabupaten tersebut yang dananya bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2014 senilai Rp 11,1 miliar.










"Kami minta jangan tebang pilih dalam memproses hukum suatu kasus dugaan korupsi. Sebab selain keduanya, masih ada sejumlah oknum petinggi di Kabupaten Sergai yang pantas bertanggungjawab dan layak ditetapkan sebagai tersangka," kata, Gunawan.

Menurut mereka salah satunya adalah proyek raksasa untuk peningkataan ruas Jalan Paya Lombang- Paya Mabar, Belidahan-Dolok Masihul, Mata Pao-Pekan Sialang Buah yang proses lelangnya terindikasi merupakan titipan oknum petinggi di Kabupaten Serdangbedagai.

"Proyek perbaikan jalan yang terkesan boros anggaran yang justru memenangkan tender kepada yang memberikan penawaran terbesar dengan alasan yang tidak masuk akal," sebutnya.

Untuk itu, HIMMAS Sergai meminta kepada penyidik Kejari Seirampah dan Kejati Sumut untuk tidak segan menetapkan tersangka baru terkait kasus korupsi pembangunan jalan di Serdangbedagai.

"Kami mohon kepada Kejati Sumut untuk transparan dan profesional dalam penanganan kasus korupsi di Dinas PU Sergai. Sebab saat ini jalanan di kampung kami bisa ditanami dan dijadikan ternak ikan akibat ulah oknum pejabat di Sergai," ungkapnya.

Sementara itu, staf Humas Kejati Sumut, Yosgernold Tarigan menyambut baik informasi dan laporan yang dilakukan para mahasiswa.

"Apa yang menjadi tuntutan rekan-rekan mahasiswa akan saya sampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. Sebab, sejatinya kita tetap optiml dalam proses penegakan hukum," sebut Yosgernold.
Next article Next Post
Previous article Previous Post