Selasa, 17 Oktober 2017

Setelah Kena Tegur Jokowi, Wali Kota Medan Desak Pemborong Perbaiki Jalan Rusak dalam Satu Minggu

sinartapanuli.com

MEDAN - Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin bergerak cepat setelah mendapat terguran dari Presiden Joki Widodo, Sabtu, pekan lalu.

Pemerintah Kota Medan mengajak sekaligus mengultimatum Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan pemborong agar mengerjakan perbaikan jalan-jalan berlubang selesai dalam waktu sepekan.

"Saya sudah berikan ultimatum kepada seluruh pemborong, dalam sepekan jalan rusak harus tuntas," ujarnya saat berbincang-bincang dengan wartawan harian Tribun Medan/Tribun- Medan.com di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Medan, Senin (16/10).

Ia menambahkan, semua pemborong infrastruktur jalan harus melaksanakan pengerjaan secara profesional.




Sehingga, perbaikan jalan dikerjakan secara cepat dan tepat meskipun hujan deras kerap mengguyur Kota Medan. Sebab masyarakat butuh jalan mulus, tidak berlubang-lubang seperti didapati Presiden Jokowi, sebelumnya.



 

Masih menurut Eldin, selain memberi peringatan akan tenggat waktu pengerjaan pengaspalan, Pemerintah Kota Medan akan memberikan sanksi tegas kepada pemborong yang tidak mampu selesaikan perbaikan jalan berlubang dalam tempo sepekan. Adapun sanksi yang diterima seperti tidak boleh ikut lagi mengikuti tender.

Setiap pemborong harus profesional serta memenuhi target yang ditentukan Pemerintah. Ia menolak alasan pemborong terkait musim hujan untuk menunda pengerjaan proyek.

"Saya berikan tempo satu pekan supaya jalan rusak diperbaiki, bila membangkang saya blacklist dan enggak boleh lagi ikut tender. Dalam sepekan ini semua harus bekerja, dan pembetonan memang sedang berjalan namun harus cepat," katanya.

Dia menyampaikan, selama ini kerja pemborong yang memperbaiki jalan rusak lambat, alias tidak sesuai target. Ia menolak alasan cuaca yang sebabkan pengerjaan jalan terhambat. Bila hujan malam, pengerjaan jalan selesai hujan.

"Saya mohon maaf kepada masyarakat dan mengimbau untuk bersabar kami sedang melakukan proses perbaikan beberapa ruang jalan. Sehingga, bila terganggu aktivitasnya mohon bersabar," ujarnya.

 

Eldin mengaku kecolongan atas tindakan inpeksi mendadak Presiden Jokowi menelusuri ruas jalan-ruas jalan rusak di Kota Medan.

"Walaupun sebenarnya, kami sedang melakukan pengerjaan jalan, agak terhambat karena hujan," ujar Eldin.

Presiden Jokowi berkunjung ke Medan dan beberapa tempat di Sumut, akhir pekan lalu. Setelah bersilaturahmi dengan keluarga calon menantunya, Bobby Nasution, di Kompleks Perumahan Taman Setia Budi Bukit Hijau Regency, Medan, Jokowi melanjutkan tugas kenegaraan.

Sabtu pagi, mantan Wali Kota Surakarta (Solo) dan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menumpangi mobil dinas berkeliling Kota Medan. Ia mengecek beberapa ruas jalan, dan sengaja mencari jalan-jalan rusak yang banyak dikeluhkan warga Medan. Dan informasi keluhan itu diterima Jokowi.

Mobil Jokowi melintas dari Jalan Diponegoro, kemudian ke Jalan S Parman, Jalan Glugur -Gatot Subroto -Nibung Raya, Sabtu pagi sekitar pukul 07.55 WIB.

Kemudian melewati depan Pasar Petisah, loksai cukup rusak parah jalannya, yang dilanjutkan melintasi Jalan Nibung Utama -Rasak Baru-kembali ke Gatot Subroto -Maulana Lubis -Imam Bonjol.

Rombongan presiden pun melintas depan kantor DPRD -Letjen Soeprapto -Brigjen Katamso -Jalan Mesjid Raya -Jalan Mahkamah.

Presiden Jokowi melintasi jalan-jalan yang kondisinya rusak parah.

Setelah berkeliling, Jokowi ke Jalan Jalan Letjen Soeprapto -Jalan Imam Bonjol, terus masuk ke Pangakalan TNI AU Soewondo, dan selanjutnya bertolak ke Siosar, lokasi penampungan pengungsi warga yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo.

 

Masih dalam rangkaian kunjungan di Sumut, ketika berasa di Kawasan Wisata Hutaginjang, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu sore, Jokowi meminta Wali Kota Medan Dzulmi Eldin agar segera memperbaiki sejumlah jalan rusak di kota tersebut sebelum Presiden yang menyelesaikannya.

"Ya harus segera dikerjakan. Kalau tidak segera dikerjakan, keburu saya kerjakan. Benar itu. Saya minta Wali Kota (Medan) menyelesaikan," kata Presiden Joko Widodo.

"Saya mendapat keluhan banyak sekali mengenai jalan rusak itu, oleh sebab itu pagi-pagi saya lihat ke lokasi," ungkap Presiden.

Irama Pemborong
Mantan Sekretaris Daerah Pemko Medan ini menyakini seluruh pengerjaan jalan tuntas sebelum 25 Desember 2017. Pemerintah Kota Medan sedang berpacu memperbaiki jalan rusak maupun pembetonan jalan.

Selain itu, Eldin juga berjanji kualitas jalan tetap bagus walaupun pengerjaannya dikebut. Ia meminta Dinas PU dan Inspektorat Pemko Medan untuk turun melakukan pengawasan.

Beberapa bulan yang lalu, Pemerintah Kota Medan sudah mengirimkan surat permohonan untuk merawat Jalan Yos Sudarso yang mengarah ke Belawan. Tapi, hingga sekarang belum ada balasan.

 

"Pengerjaan jalan di Kota Medan sudah 60 persen namun pelaksanaannya baru 45 persen. Namun sepekan ini akan terprogres lagi lebih besar, jadi anggaran yang sudah berjalan di atas 45 persen. Pada 25 Desember harus tuntas semuanya," katanya.

Pernyataan Eldin berbeda dengan Ketua DPRD Medan Henry John Hutagalung menyayangkan lambatnya pengerjaan pengaspalan jalan-jalan di Kota Medan.

"Kami dari DPRD menyayangkan lambatnya pengerjaan jalan-jalan berlubang. Mengapa harus menunggu presiden menegur. DPRD sudah menyetujui anggaran. Tapi sayang, saya tanya Dinas PU, penyerapan anggaran baru sekitar 17 persen," ujar Henry dalam diskusi mengenai penanganan pembangunan jalan dan infrasruktur Kota Medan di Radio Life FM, Senin pagi.

"Besok (Selasa, Red) kami akan panggil para pihak terkait, seperti Kepala Dina PU, mempertanyakan, mengapa sangat lambat pengerjaan jalan rusak itu,: ujar Hendry, politisi PDIP.

Henry meminta Wali Kota Dzulmi Eldin dan Wakil Wali Kota agar bekerja keras, turun langsung, mempimpin upaya pembangunan infratruksur, seperti jalan-jalan rusak, drainase Kota.

Ia mengklaim selama ini kerap blusukan ke berbagai daerah di Kota Medan. Namun, tidak mengundang wartawan untuk meliput, karena tidak pengin mencari sensasi.

 

Meskipun demikian, Eldin berulangkali menegur Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Khairul Syahnan karena dianggap tidak tegas sesuai keinginan Pemko. Syahnan dianggap justru tunduk dan mengikuti permainan irama pemborong yang beralasan hujan deras sebabkan perbaikan jalan lambat.

"Kepala Dinas PU itu telinganya bengkak, setiap jalan saya cek dan sesekali kepergok wartawan. Kami tetap jalan melakukan pengecekan jalan, dan selama ini Kadis PU mengikuti irama pemborong. Memang wajar, namun sekarang, enggak bisa lagi ikut irama pemborong," katanya.

Dia menceritakan, saat melakukan sidak di Jalan Krakatau Medan, Senin (16/10) pukul 06.00 WIB, sempat mengamuk. Pasalnya, pemborong tidak melakukan penimbunan karena tanah basah karena ada genangan air.

Eldin ia meminta penimbulanan jalan harus cepat dilakukan supaya masyarakat tidak meranah melintas di jalan tersebut. Karena itu, dia merasa dapat hikmah dari Sidak yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

"Saya dapat hikmah juga dari kedatangan Pak Jokowi. Kita ambil hikmah, memang harus begitu seorang Presiden cepat datang meninjau. Intinya, dia tunjukkan sama saya, ini daerahmu sudah aku lihat. Jadi kami kerjakan dan harus kerjakan perbaikan jalan," ujarnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post