Selasa, 24 Oktober 2017

Wisata Bukit Indah Simarjarunjung Disambar Petir, Rumah Pohon Terbakar

sinartapanuli.com

- Setelah dibuka tahun 2016 lalu, kini wisata Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) sudah ramai dikunjungi warga.

Lokasi wisata ini terletak di Jalan Simarjarunjung, Butu Bayu Pane Raja, Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Bukit Indah Simarjarunjung dikelola seperti wisata Kalibiru Jogjakarta, yang dikelola sedemikian rupa dengan macam bentuk rumah pohon.

Keindahan Danau Toba dan hembusan angin yang sejuk dapat dinikmati dari rumah pohon Bukit Indah Simarjarunjung tersebut.






Salah satunya rumah pohon cinta yang banyak diminati anak-anak muda.
Wisatawan domestik terlihat mengabadikan indahnya pohon cinta Bukit Indah Simarjarunjung (BIS), Minggu (9/4/2017). (Tribun Medan / Dedy)
Indahnya pohon cinta Bukit Indah Simarjarunjung (BIS), Minggu (9/4/2017)

Suasana pohonnya menuntut untuk romantis.

Namun, Bukit Indah Simarjarunjung ini mendadak heboh di media sosial.

Lokasi wisata yang dikelilingi pepohonan ini dikabarkan terbakar Minggu (22/10/2017).

Dari Informasi yang dihimpun, yang terbakar bukan pohon cinta, tetapi miniatur rumah pohon adat Simalungun.

Terbakarnya rumah pohon adat yang terbuat dari tepas-tepas ini karena disambar petir.

Saat itu, suasa di lokasi cuaca sedang hujan deras.

Salah satu postingan akun facebook Kurpa Sinaga, menjelaskan adanya peristiwa tersebut.


Rumah Adat Simalungun mini disambar petir dan terbakar Minggu siang 21/10 di BUKIT INDAH SIMARJARUNJUNG. Di tengah hujan kencang pun api menyala terus sampai hangus. Rmh adat Simalungun mini ini adalah milik salah seorang dari 6 pengusaha BIS.

Dia ini lain sendiri, menerapkan injak tanah berbayar, hanya lintas saja org dari jalan lingkup areal nya sudah diminta bayar 5 rb per org, entahpun org itu mau ke tempat pemilik lahan lainnya.

Peristiwa ini seolah bermakna Simbol HABONARON DO BONA dijemput alam dari lingkungan injak tanah berbayar yg bertentangan dg hukum alam menyatu nya manusia dg bumi.

Klarifikasi Kejadian
klarifikasi

Adanya kabar simpang siur soal terbakarnya lokasi wisata ini, pihak pengelola Bukit Indah Simarjarunjung memberikan klarifikasi melalui Instagram @bukitindahsimarjarunjung.

Selamat siang buat kita semua.

Kami dan pihak pengelola Bukit Indah Simarjarunjung ingin mengklarifikasi pemberitaan yang ada di luar yang simpang siur tentang adanya salah satu wahana kami terbakar.

Semalam, Minggu, 22 Oktober 2017, terjadi hujan yg sangat deras dan angin yg kencang, membuat setiap pengunjung berteduh ke tempat terdekat agar tidak basah.Tetapi karena adanya petir yang cukup kuat membuat salah satu wahana kami (RUMAH ADAT SIMALUNGUN) terbakar.

Tidak ada korban meninggal dan semua orang yg berteduh tadinya, di rumah ada ini selamat. Terima kasih, jika ada pemberitaan yg simpang siur mohon bijaklah menanggapi, karena banyak sekarang yg susah melihat orang maju.
Wisata BIS Terbakar
Facebook.com/Kurpa Sinaga

Berikut tanggapan netizen atas unggahan Kurpa Sinaga atas foto peristiwa itu.

Fernando Saragih: Turut prihatin utk apa yg terjadi di BIS, semoga tidak ada korban..saya juga prihatin untuk semua problematika yg terjadi di BIS. Tuhan sudah memberikan jalan dan rezeki buat kita namun kenapa hanya karena ego dan keserakahan silaturahmi dan tali persaudaraan harus rusak??? Bukan kah kita juga pernah bersama disaat susah dan sedih??? Kenapa disaat senang harus saling mengklaim diri yang paling hebat dan berkuasa. Tolong ingat pada sejarah dan siapa kita hakekatnya? Pantaskah kita sombong pada apa yg dititipkan pada kita?karena bukan harta yang kita bawa pada Sang Khalik namun perbuatan dan ibadah kita selama kita mengemban nafas di bumi. Semoga bisa menjadi perenungan untuk harapan lebih baik. Thx.

Yansa Bokra Saragih: Parkir 10 ribu. hahaha. podas ma tongon kaya.

Herlinawati Junita: Baru haru Sabtu tadi mau berfoto disitu, gak kesampaian deh foto di rumah adat itu.

Pungu Raja Silalahi Sihaloho: Bertobat'lah wahai anak muda.

Richardo Purba: Saya mendukung ada tempat pariwisata di Simarjarunjung! Tapi yang menjadi persoalan kalau semua marsigulut Mengatakan kebenarannya mau jadi apa kedepannya?? Ulang ma i Bahen parjoraan! Sama-sama saling menghargailah! Baik sesama pengusahanya, demikian juga kepada pengunjung!

Rismaida Damanik: Bukan rencana manusia yg jadi, tapi rencana Tuhan. Sadar lah.

Erna Waty: Capek kalii mikirin itu,tak senang gk ush kunjungi,kok repot,mau byar 100 rb pun di buat yg punya klo toh manusia ksana brbondong" itu kn kebodohan pengunjung,dh tau gt napa main ksana,...

Marina Bela Batam: Klu terlalu banyak pungutan org jadi malas dtg kesana hilangkan lah cinta uang itu buat dulu org nyaman dan aman dengan tempat wisata itu nanti klu org sdh nyaman,aman pasti mau bayar harga.

Mellhisya Chan: Hari minggu sebelum kejadian saya juga sempat dari sn.
Karna penasaran klo blm pernah .Tapi setelah di kunjungi ga ada rasa lagi utk mengulangi nya. Cukup sekali yg penting uda pernah.
Next article Next Post
Previous article Previous Post