Rabu, 22 November 2017

Ada Proyek Miliaran Rupiah Di Humbahas, Warga Minta Penegak Hukum "PANTAU"

Doloksanggul(Sinartapanuli.com)
-Terkait Proyek Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Sumatera Utara  Satuan kerja Bidang Kawasan Pemukiman yang bersumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara  Tahun 2017 yang berlokasi di Desa Pasaribu dan Pasar Doloksanggul Kabupaten Humbanghasundutan menelan biaya Rp. 2.817.950.000.

Kegiatan Penataan dan Peningkatan Kualitas Kawasan Pemukiman Kumuh Provinsi ini baru beberapa minggu dikerjakan sudah banyak menuai kritikan warga Humbanghasundutan.

Drs Erikson Simbolon yang merupakan pemerhati pembangunan Humbanghasundutan, Menduga kalau pekerjaan ini sudah salah merencanakan dari awal. Ia menyebut, selain masih banyak  yang lebih tepat lokasi untuk dibangun selain yang dikerjaan di Desa Pasaribu pekerjaan ini di duga terkesan asal jadi dikerjakan  walaupun masih tahap pengerjaan karena dasarnya sudah terlihat jelas beberapa pemolesan dengan bangunan lama.

"Ini sudah salah dalam merencanakan, Artinya masih banyak yang lebih tepat ditata dalam pembagunan di wilayah Humbahas ini seperti dikecamatan Bakara( Seputar Onanya), Sijamapolang, Tarabintang misalnya . Dan sekali lagi saya hanya menduga ya. dari sudut pekerjaanya yang saya amati ada kesan pekerjaan ini asal dikerjakan" Ujarnya.



Sementara itu, Warga lainya Bermarga Manalu mengaku sependapat apa yang disebut Erikson. Ia berharap penegak Hukum agar serius mengawasi pekerjaan dimaksud apalagi di Desa Pasaribu, karena dampaknya kedepan tidak merugikan warga. 

" Kita melihat di lapangan dan saya sudah lihat itu, drenaise nya misalnya walau masih belum rampung memang dikerjakan nampaknya ada tambal sulam pada dingdingnya( Bangunan lama dipoles) lalu sebelah kiri ketika kita masuk ke pekerjaan itu ada sebuah box calvret (Goro gorong) yang terlalu rendah dari bahu jalan itu dan akibat ini bisa berimbas semisal hujan lebat air bisa sumbat dan hingga melebar kepemukiman warga" Ucapnya.


Manalu menambahkan, selain kecilnya( Sempit) saluran drenaise sebelah kiri dekat pemukiman warga tidak terlihat sejauh ini kemana titik saluran pembuangan air, dan sisi pertengahan gorong gorong pada saluran pembanguna itu Ia mengaku terlalu datar dengan badan jalan.

" Walau saya cuman warga biasa dan memang masih tahap pengerjaan, saya melihat ini nantinya apalagi gorong gorong menuju persimpangan kampung. dimana mana saya lihat sebelumnya itu harus dibangun agak tinggi dia, hingga lubangnya besar agar air pun maksimal melaluinya. kalau kecil begini kan gampang tersumbat. Jadi air itu nantinya akan mengendap di drenaisenya lalu bisa banjirlah jalan ini lae " Katanya.

Sementara Itu. Kepada pelitabatak.com Anggota Komisi D  DPRD Provinsi  Sumatera Utara  Donald Lumbanbatu mengaku heran kalau atas penempatan pembangunan kawasan pemukiman kumuh di tingkat Desa itu tidak ada sama sekali, ini nantinya akan jadi bahan mereka untuk menanyakan kebenaran pembangunan dimaksud ke pihak Dinas terkait.

" Pembangunan kawasan pemukiman kumuh itu kan di tingkat kota. kita pastikan akan turun kelokasi dan apalagi menyangkut informasi fisik pekerjaan ini" Tandasnya.


Pantauan media ini dilokasi, Proyek yang tidak menyebutkan panjang pekerjaan pada papan pengumumanya masih dalam tahap pengerjaan, memang terlihat ada bagunan yang diduga tambal sulam seperti drenaise dan pihak pekerja lapangan sampai berita ini diterbitkan pun tidak ada sama sekali dilokasi guna konfrimasi.

Ketika dikonfrimasi terkait hal ini ke Dinas Perumahan dan kawasan pemukiman Provinsi Sumatera Utara. Melalui Jonathan Lumbantobing selaku Pejabat Pembuat Komitmen menjelaskan, kalau semalam(Selasa 21/11) Ia sudah turun langsung kelokasi dan sudah menyelesaikan permasalahan proyek tersebut.

"Semalam kan lae, kita sudah dari sana sudah kita selesaikan masalah itu. termasuk memerintahkan untuk membongkar pekerjaan yang dipermasalahkan. Sudah kita amankan itu lae dan ada juga kawan kawan lae wartawan ikut juga disana semalam" Ucapnya Mengakhiri.




(Sumber:Pelitabatak.com/TIM)













Next article Next Post
Previous article Previous Post