Jumat, 17 November 2017

Gawat,Penyadap Getah Pinus di Pollung Humbahas Gunakan Air Keras


Pollung Humbahas(Sinartapanuli.com) - Penyadapan getah pinus yang terjadi di Parsngguran II,kecamatan Pollung,Humbanghasundutan (Humbahas),ternyata menggunakan zat dalam kandungan asam tinggi,air keras.Selain akan memperpendek umur pohon,aktivitas ini juga dipastikan akan mencemari lingkungan sekitar,terutama ekosistem sungai.


Hal ini diungkapkan langsung oleh salah seorang pekerja yang enggan namanya disebutkan.Ditemui di kawasan hutan lindung tempatnya menyadap getah,pekerja ini mengaku biasa menggunakan air keras agar hasil panen semakin banyak nantinya.


"Klo ga pake air keras,ga mungkin ada getahnya bang",bebernya.


UPT Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Sahata Purba ketika  ditemui dikantornya di jalan Siliwangi Doloksanggul,Jumat (17/11/2017),mengatakan kalau hal ini bukanlah kapasitasnya dalam menjawabnya.Sahata pun menyarankan agar awak media ini berkonsultasi langsung terhadap KPH secara langsung.


"Lagian bapak KUPT juga ga di sini,nanti aja klo uda pulang bapak itu.Masih di Medan.Dan mengenai dampak air keras terhadap DAS,ke dinas Lingkungan Hidup aja lae",katanya.


Sementara Dinas Lingkungan Hidup melalui Kadis Ir Minrod Sigalingging yang didampingi Kabid Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup H.Manullang,saat ditemui di kantornya di desa Purba Manalu,mengaku kalau pihaknya merasa kecewa terhadap oknum penyadap getah pinus yang memakai air keras tersebut.


Minrod juga menyebutkan kalau pihaknya bakal segera berkoordinasi langsung terhadap UPT Dinas Kehutanan.
"Kalau dibiarkan,pohon bisa mati,air juga bakal tercemar",ujarnya.


(R Tinton)
Next article Next Post
Previous article Previous Post