Rabu, 29 November 2017

"Panderes Gota" Dirikan Mess di Hutan Lindung, UPT KPH 13 Humbahas : Itu Pelanggaran....


Doloksanggul,Sinartapanuli.com - Penyadap getah pinus atau yang santer disebut-sebut sebagai "panderes gota" di wilayah kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas) yang mendirikan dan menempati mess di dalam kawasan hutan lindung disebut melanggar aturan.

Hal tersebut dikatakan oleh Hotlan Sibuea,Kepala Seksi Perencanaan UPT KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah XIII Doloksanggul,Kamis (30/11/2017) pagi.Pihaknya menyebut ,pengusaha  atau masyarakat yang menyadap getah pinus memang diizinkan berdasarkan Permenhut P54 mengenai Pemungutan Hasil Hutan Bukan kayu.Tapi untuk mendirikan bangunan dan menempatinya di dalam kawasan hutan,kata Hotlan,itu sudah jelas-jelas melanggar peraturan.


"Kita sudah buat laporan ke Dinas Kehutanan Provinsi sekaitan pendirian mess itu pak.Juga penggunaan air keras yang disebut sebagai stimulan tersebut ,juga sudah laporkan.Pengusahanya juga sudah peringatkan",ujar Hotlan via sambungan selular.

Kepala KPH Wilayah XIII Benhard Purba,ketika dijumpai di kantornya di Jl Siliwangi No 1 Doloksanggul,tak memberikan komentar banyak terhadap beberapa awak media yang datang.Ketika ditanya sekaitan keabsahan menggunakan air keras sebagai stimulan dalam menyadap getah pinus,dirinya mengaku tidak tahu.

"Mengenai itu (air keras,red) ,saya tidak tahu.Tunggu saya cari tahu dulu.Kami ada rapat di Baktiraja sekarang,maaf ya!",ujarnya singkat seraya berlalu dari hadapan para wartawan.

Sebelumnya,sejumlah masyarakat menyesalkan adanya oknum pengusaha bermarga Lumban Gaol  yang melakukan penyadapan getah pinus di Hutajulu,desa Parsingguran II,Pollung,tanpa memikirkan efek lingkungan.Selain menggunakan stimulan air keras,pengusaha ini juga mendirikan mess para karyawannya di dalam kawasan hutan lindung.

"Ini kan ga masuk akal.Ada dugaan  UPT KPH Wilayah XIII ada kong kali kong dengan oknum pengusaha tersebut.Sudah jelas-jelas menggunakan air keras dan mendirikan mess di hutan,kok cuma diperingatkan secara lisan? Ditindak dong!",kata salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.
(R Tinton)
Next article Next Post
Previous article Previous Post