Kamis, 09 November 2017

Wah!! Oknum Polisi Jadi Calo SIM, Tawarkan Membantu Warga dengan Tarif Rp 420 Ribu

Sinartapanuli.com -Pihak perantara atau calo pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) marak beroperasi di sekitar kantor Satuan Lalu-lintas Polrestabes Medan.
Ada orang biasa, pegawai negeri sipil bahkan oknum anggota polisi. Praktik ini sebagai imbas keterlibatan pihak swasta mengeluarkan sertifikat mengemudi berbiaya mahal, sampai Rp 420 ribu, sebagai syarat membuat SIM.
Calo yang menawarkan jasa pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) memang tidak lagi agresif. Tidak lagi calo berdiri di pelataran depan kantor Satuan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Medan untuk menawarkan jasa pengurusan. Tapi ada oknum polisi bergerak rapi menawarkan jasa mempermudah pembuatan SIM.
"SIM saya sudah lewat masa berlaku. Saya buat ke Satlantas Medan. Saat itu, antrean panjang, sekitar 300 orang. Nggak sanggup saya. Akhirnya ada yang tawarkan jasa Rp 750.000, tidak perlu antre," ujar Santo Alli kepada Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com, Kamis (9/11) pagi.
Santo merasa kesal, lalu menceletuk, "Jadi saya pilih nggak punya SIM saja. Naik taxi online atau gojek saja."
Husein, warga lainnya mempertanyakan prosedur pengurusan SIM di Medan yang terlebih dahulu harus memiliki sertifikat mengemudi buatan swasta.

Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi.
Pemohon SIM mengikuti tes mengemudi untuk mengurus sertifikat mengemudi di MSDC Jalan Bilal Medan, Rabu (8/11/2017). Biaya pembuatan surat izin mengemudi (SIM) jadi membengkak hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk mendapatkan sertifikat pelatihan mengemudi

"Jadi pertanyaan saat ini adalah apakah cara ujian praktiknya sudah sesuai dengan SOP dari Mabes Polri atau cuma akal-akalaan dari oknum di Medan agar peserta disulitkan lulus, sehingga warga yg butuh terakhirnya ngurus via pihak ketiga?" ujar Husein.
Ia melanjutkan, "Jadi ada mutualisme dari pihak ketiga dan oknum, yang dirugikan adalah warga Medan. Intinya memang ada kesengajaan ujian praktiknya dipersulit. Misalnya jarak antar cone yang 2 meter dibuatnya jadi 1,5 meter dan lebar lintasan dipersempit."
Berdasarkan pengamatan Rabu (8/11) di kawasan kantor Satlantas Polrestabes Medan di Jalan Arief Lubis/Adinegoro Medan, Tribun Medan/Tribun-Medan.com coba masuk ke dalam kantor. Saat memasuki pintu masuk Satlantas Polrestabes Medan dua petugas langsung menyapa.
Seorang petugas kepolisian mengenakan seragam, dan seorang lagi pegawai sipil pada Satlantas Polrestabes Medan mempertanyakan tujuan Tribun Medan masuk ke Kantor Satlantas Polrestabes Medan. Tribun distop, enggak boleh masuk ke dalam pelataran.
Kemudian, Tribun Medan menjelaskan ingin mengetahui informasi tentang tata cara pengurusan SIM-C yang biasa tertempel di dinding. Petugas yang mengenakan kemeja cokelat langsung memberikan penjelasan tentang syarat dan tata cara pengurusan SIM.
"Kalau mau mengurus SIM dan pengin tahu prosedurnya enggak perlu masuk ke dalam, kamu urus saja surat keterangan berbadan sehat. Kemudian, fotocopi KTP. Bawa surat keterangan berbadan sehat dulu. Sudah ada belum?" ujarnya bertanya.
Setelah mendapatkan penjelasan itu, Tribun kemudian menanyakan biaya pengurusan SIM C dan SIM A kepada petugas kepolisian. Dijelaskan biaya mengurus SIM C sebesar Rp 130 ribu, sedangkan SIM A Rp 150 ribu.
"Kamu sudah ada sertifikat? Kalau belum ada, urus dulu ke Jalan Bilal namanya MSDC. Tapi kalau mau enggak pakai sertifikat mengemudi coba saja mana tahu lulus. Tapi kalau saranku bagus urus sertifikat dulu," ujar petugas berseragam polisi, di dadanya tampak nama. Tribun Medan singkat inisialnya AR.
"Berapa biaya mengurus sertifikat? Apa ada jaminan lulus?" tanya Tribun Medan/Tribun-Medan.com, ia kemudian menyatakan seluruh pengurusan sertifikat dipatok Rp 420 ribu. Bila sudah punya sertifikat mengemudi, lanjutnya, untuk menemuinya.
"Nanti bila sudah punya sertifikat, datang ke sini jumpai saya agar bisa dibantu. Saya sudah ngerti kalau kita ketemu. Kamu catat dulu nomor ponsel saya karena terkadang enggak jaga di sini," ujarnya sembari memperlihatkan selembar kertas penilaian ujian praktik yang di bawahnya tercantum identitasnya.
Harian Tribun Medan, Edisi Kamis (9/11) menurunkan berita laporan utama berjudul "Urus SIM Mahal Repot Pula". Warga mengeluhkan prosedur pembuatan surat izin mengemudi (SIM) baru semakin sulit. Pemohon harus melalui sistem dan prosedur berliku, merepotkan serta lama waktunya.
Pemohon bolak-balik ke Satlantas Polrestabes Medan dan Medan Safety Driving Centre selaku lembaga swasta pemberi sertifikat mengemudi. Biaya SIM C untuk pengendara sepeda motor minimum Rp 551 ribu, dan SIM A untuk pengemudi mobil roda empat minimum Rp 671ribu.
Lapor Provos
Mengenai adanya dugaan oknum polisi terlibat calo SIM, Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polrestabes Medan AKBP M Saleh menyatakan masyarakat tidak perlu sungkan melapor ke petugas Provos yang bertugas di Satlantas bila ada petugas yang menawarkan jasa calo pengurusan SIM.
"Kalau ada petugas yang terlibat calo kita periksa anggota yang menawarkan calo itu, ada provos yang kami tempatkan untuk mengawasi petugas," katanya.
Ia menjelaskan, petugas kepolisian sudah mengimbau lewat pengeras suara, seluruh masyarakat yang memohon SIM supaya tidak menggunakan jasa calo. Kemudian, sudah digelar juga tindakan seperti razia calo kepada mereaka yang menawarkan jasa mengurus SIM di kawasan Satlantas Polrestabes Medan.
"Kami terus mengimbau ataupun larangan supaya tidak berurusan dengan calo," ujarnya.
AKBP M Saleh mengklaim,setiap petugas kepolisian memberikan penilaian secara objektif, sehingga pemohon tidak diluluskan bila enggak sesuai unsur penilaian. Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin mengurus SIM harus belajar terlebih dahulu.
"Kalau memang enggak lulus ya tidak lulus, tapi kalau memang lulus pasti lulus makanya kami sudah menyiapkan contoh-contoh soal di website Polisi Kita. Kemudian, ada ujian teorinya dan setiap minggu ada tes ujian praktik," ujarnya.
Menurut petugas kepolisian telah membuka ruang kepada masyarakat yang ingin berlatih tes mengemudi.
Seperti pada kegiatan Car Free Day disediakan tempat berlatih tes mengikuti prosedur pembuatan SIM.
"Kami jadikan Car Free Day menjadi sarana tempat olahraga dan tempat mengedukasi masyarakat untuk latihan ujian praktik SIM. Setiap pemohon kalau mau belajar dan percaya diri pasti lulus, yang menjadi kendala saat diuji enggak percaya jadi gerogi," ungkapnya. 

Sumber:Tribunnews.com
Next article Next Post
Previous article Previous Post