Minggu, 17 Desember 2017

Kawal Dana Desa!! Baru Siap Dikerjakan, Irigasi Dana Desa Pasaribu Hancur

Doloksanngul(Sinartapanuli.com) -Lemahnya konstruksi dan pengawasan penggunaan dana desa di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) membuat sejumlah bangunan fisik di desa tidak dapat bertahan lama, khususnya pada pembangunan saluran irigasi. Seperti saluran irigasi di Desa Purba Manalu, Kecamatan Dolok Sanggul ditemukan hancur sekitar empat meter, pada dua pekan lalu.


Selanjutnya, bangunan yang sama di Tolong Bolak, Desa Pasaribu, Kecamatan Dolok Sanggul juga ditemukan hancur sekitar lima meter, Sabtu (16/12). Hancurnya saluran irigasi ini, diduga kuat karena rapuhnya kontruksi dan lemahnya pengawasan pada pembangunan saluran irigasi yang bersumber dari Dana Desa, tahun 2017 itu.
Pantauan di lapangan, pada beberapa titik saluran irigasi berbiaya Rp 177.780.240 itu, tidak menutup kemungkinan akan kembali ambruk dan tergerus air. Sebab pada dinding bangunan yang mirip TPT (tembok penahan tanah itu) sepanjang 190 meter itu banyak ditemukan retakan. Selain itu pada bagian fondasi ditemukan liang akibat tergerus air.


Warga setempat yang tidak ingin disebut namanya kepada wartawan, mengatakan bahwa konstruksi  pekerjaan irigasi itu diduga rapuh konstruksi, kurang perencanaan dan sarat korupsi dengan modus koorporasi. Dimana pada pembangunan irigasi itu dipihak ketigakan kepada tukang dan tenaga swadaya dari luar desa Pasaribu.


“Sepengetahuan kita, pembangunan fisik dana desa itu memberdayakan masyarakat desa setempat. Namun yang terjadi di Desa Pasaribu justru berbeda, sebab pekerja pada pembangunan irigasi dana desa itu di datangkan dari daerah lain seperti Parlilitan, Sipoholon-Taput dan Samosir,” ujarnya.


Terpisah, Kepala Desa Pasaribu, Charles Pasaribu saat ditemui wartawan di kediamannya, mengaku belum mengetahui saluran irigasi di tolong bolak  ambruk dan hancur sekitar lima meter.


Meski terlihat sedikit bingung penyebab hancurnya saluran irigasi di desanya itu, dia tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada wartawan atas informasi tersebut. “Mungkin karena derasnya air sehingga irigasi itu ambruk. Trimakasih atas informasinya. Nanti akan kita perbaiki kembali,” kata Charles.


Dalam pekerjaan irigasi Tolong Bolak itu, Charles berdalih bahwa yang mengerjakan irigasi itu adalah tim pengelola kegiatan (TPK) Desa Pasaribu. Sementara kepala desa sebagai penanggungjawab. “Selama pekerjaan saluran irigasi itu, saya tidak setiap saat kesana. Sebab ada TPK. Pun demikian tetap saya pantau,” ungkapnya.


Disinggung bahwa pekerjaan itu dipihak ke-tiga-kan ke tukang, Charles kembali mengelak. Dia mengaku bahwa pekerjaan saluran irigasi itu memberdayakan warga desa Pasaribu. “Tidak ada kita mempihak ketigakan pekerjaan itu. Kita memberdayakan warga desa Pasaribu,” pungkasnya meyakinkan wartawan.



(TIM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post