Rabu, 13 Desember 2017

Menyedihkan!! Tangisan Warga Warnai Proses Eksekusi Rumah dan Lahan di Pollung Humbahas


 Humbahas,Sinartapanuli.com - Isak tangis  tak terbendung dari keluarga  Pak Luga Lumban Gaol,warga desa Hutapaung Induk, kecamatan  Pollung,Humbanghasundutan (Humbahas) ,kala menyaksikan rumah mereka dirobohkan sebuah alat berat,Rabu (13/12/2017).

Selain tangis dari keluarga ini, putri mereka yang masih berstatus kuliah pun sempat mengalami kehilangan kesadaran hingga beberapa kali ditangani tim medis yang berjaga di lokasi.
Proses eksekusi rumah dan lahan ini pun sempat menjadi tontonan ribuan warga. Tak sedikit dari mereka yang terbawa susana hingga ikut mengucurkan air mata seraya ikut bersedih atas kejadian yang menimpa keluarga ini.

"Kasihan kali mereka,rumah mereka dirobohkan,tanaman kopi dan tanaman lainnya pun dibabat semua",ujar salah seorang warga yang ikut menyaksikan proses eksekusi tersebut.

Dalam orasinya dihadapan ribuan warga,panitera PN Tarutung Daniel Manurung mengatakan,proses eksekusi terlaksana berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tarutung tanggal 26 September 2001 Nomor  05/Pdt.G/2001/PN-Trt ,yo putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 24 Januari 2002 Nomor 464/PDT/2001/PT-MDN,yo putusan Mahkamah Agung RI tanggal 18 Juni 2007 Nomor 3295K/PDT/2002 ,yo putusan Mahkamah Agung RI tanggal 23 Desember 2008 Nomor 404PK/PDT/2008.

Dan disela-sela kesibukannya,Daniel Manurung juga menambahkan,pihak penggugat Walter Lumban Gaol dan kawan-kawan atau keluarga Op Raja Paung ,berhasil memenangkan perkara perdata dari sengketa lahan tersebut.Sedangkan pihak tergugat yakni Hobbar Lumban Gaol dan kawan-kawannya atau keluarga Op Datu Garaga,kalah berdasarkan putusan Pengadilan.

"Untuk itulah proses eksekusi tetap berjalan.Dan berbagai pendekatan-pendekatan persuasif juga sudah berlangsung selama ini karena kasus ini sudah terbilang lama.Bahkan di hari eksekusi ini,pemohon masih mau mengabulkan permintaan pihak-pihak yang ikut terlibat",ujarnya.


Dia juga menambahkan,seharusnya yang dieksekusi ada beberapa puluh rumah,tapi karena sudah ada terjalin pendekatan dari kedua belah pihak antara pemohon dan si termohon,akhirnya hanya tersisa 3 rumah saja.Masing-masing rumah Pak Luga Lumban Gaol 1 Unit, rumah Pak Panjaitan 1 Unit,dan rumah Luga Lumban Gaol  1 Unit.Dan selebihnya hanya gudang tempat penyimpanan barang.Tapi dari ketiga rumah tersebut,kata Daniel,hanya 2 buah unit saja yang dibongkar paksa karena rumah Luga Lumban Gaol sudah dibongkar sendiri.

Lanjut Daniel,luas lahan yang dimenangkan oleh pihak penggugat sekitar 5 Ha dari total 20 Ha yang dulu disengketakan ,yang di dalamnya terdapat beberapa bangunan permanen dan semi permanen dan juga beberapa ribu pohon kopi dan tanaman lainnya.

"Tapi kuburan tidak akan kita ekseskusi,kita hanya mengeksekusi apa yang pemohon putuskan",pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan eksekusi ini Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Lilipaly dan ratusan orang jajarannya,Kasat Pol PP Humbahas Mangupar Simanullang dan jajarannya,pihak PN Tarutung Daniel Manurung dan rekan-rekannya,danramil Humbahas,juga ribuan masyarakat dari berbagai elemen.

Ini Photonya: 




(R Tinton / RJ)
Next article Next Post
Previous article Previous Post