Selasa, 16 Januari 2018

Kemenpora RI Bekerjasama Dengan Pados PH Gelar Pelatihan Tenaga Kepemudaan di Humbahas

Doloksanggul(Sinartapanuli.com) -Menekan perkembangan isu negatif khususnya dikalangan pemuda, Perhimpunan Pemuda Dolok Sanggul Peduli Humbang Hasundutan (Pados-PH) bekerjasama dengan Kemenpora gelar pelatihan tenaga kepemudaan, bertempat di Aula Huta Mas, Dolok Sanggul, kemarin.


Pelatihan tenaga kepemudaan tadi menghadirkan beberapa pembicara yakni Drs Jonni Sihite MPd dari Kemenpora, Oberlin Pasaribu SPd dari aktifis Pemuda dan Ramli Manullang SH dari praktisi hukum. Tema kegiatan itu, meningkatkan pemahaman tentang konsensus kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menegakkan NKRI.


Ketua Pados-PH, Posma Otto Manalu, SH dalam sambutannya mengatakan, bahwa seiring perkembangan jaman, isu negatif yang berkembang ditengah masyarkat kerap menjadi ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu pemuda sangat berperan penting dalam menghadapi perkembangan jaman dalam kaitannya dengan sikap pemuda dalam berbangsa dan bernegara.


Dia juga menyebut bahwa, pelatihan tenaga kepemudaan sangat erat kaitannya menjaga keutuhan NKRI kususnya bagi generasi muda, menumbuhkan kembali kesadaran mengenai pentingnya peran aktif pemuda dalam partisipasi penyelesaian masalah ditengah bangsa dan negara serta mengambil solusi atas permasalahan yang ada dei tegaknya NKRI.


Lebih jauh, menurut tokoh pemuda yang kerap disapa bung Otto ini, mengatakan bahwa pemuda harus mampu menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa dan menolak isu-isu negatif serta radikalisme. Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus bertanggungjawab untuk menjaga dan menegakkan NKRI.


Sementara itu, bupati Humbahas diwakili Kadis Pora Humbahas Drs JW Purba menyampaikan, bahwa ditengah pesatnya perkembangan arus informasi, komunikasi dan teknologi dunia saat ini, tidak dapat dipungkiri semakin memberi ruang kepada ancaman masuknya paham radikalisme dan paham lain yang bukan ideologi bangsa kita. Berbagai isu sara dan kesukuan dihembuskan melalui berbagai media termasuk media sosial yang dapat mengancam perastuan dan kesatuan dan persaudaraan sesama satu bangsa dan tanah air.


Oleh karena itu, sambung JW melalui pelatihan kepemudaan diharapkan munculnya pemuda-pemuda Indonesia yang peka, cerdas, kritis dan arif dalam menyikapi permasalahan bangsa. Tidak kehilangan jati diri dan tetap pancasialis ditengah arus modrenisasi sehingga kedepan akan mampu menjadi generasi yang membawa harum nama bangsa dan negara di mata dunia. (TIM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post