Minggu, 14 Januari 2018

Mulyono Bilang Pesan Menohok ini pada Edy Rahmayadi

- Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD) Jenderal TNI Mulyono memastikan bahwa anggota TNI netral dalam setiap kontestasi politik.
Ia juga memastikan anggotanya yang mengikuti Pilkada Serentak 2018 statusnya sudah tidak aktif, baik itu pensiun maupun mengundurkan diri.
Salah satunya adalah mantan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi yang akan mengikuti Pilkada Sumatera Utara.
Untuk menjaga netralitas tersebut, Mulyono tidak ingin tentara yang mengikuti pesta demokrasi itu mengajak anggota aktif TNI untuk terlibat dalam politik praktis.

–– ADVERTISEMENT ––

Tak hanya itu Mulyono meminta pensiunan purnawirawan TNI AD, termasuk Edy Rahmayadi, tidak melibatkan tentara aktif dalam politik praktisnya.  
Purnawirawan agar benar-benar tulus ikhlas untuk tidak menarik lagi, melibatkan personel TNI AD terhadap berbagai akses yang mengarah politik praktis dan agar netralitas TNI tetap terjaga," ujar Mulyono dalam amanat saat upacara sertijab di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (15/1/2018).
Mulyono mengatakan, dirinya tidak bisa menghalang-halangi hak tentara sebagai warga negara Indonesia untuk berpolitik.
Namun, risikonya, anggota tersebut harus mundur dari institusi.
Sejak reformasi TNI digulirkan pada 1999, kata dia, TNI bertekad untuk tidak lagi berperan dalam politik praktis.
"Yakni dengan penghapusan peran dwifungsi ABRI, penarikan TNI dari legislatif 2004, dan reorganisasi dan reaktualisasi peran TNI," kata Mulyono.
Mulyono mengatakan, netralitas TNI telah diuji dengan tidak adanya keinginan TNI untuk berpolitik praktis.
Pucuk pimpinan TNI selalu menekankan netralitas Polri dati tingkat atas hingga tingkat bawah.
"Oleh karena itu netralitas bagi TNI telah final dan tidak perlu dipertanyakan dan diragukan kembali," kata Mulyono.
Pernyataan sekaligus meluruskan kekhawatiran masyarakat bahwa TNI tidak bisa netral karena mantan Pangkostrad mengikuti Pilkada serentak.
"Jadi tidak benar bahwa pilkada wujud kembalinya TNI untuk berpolitik praktis," lanjut dia.
Untuk menjamin netralitas, TNI AD berencana membentuk pengawas khusus untuk memonitor dugaan penyimpangan netralitas anggotanya.
"Saya perintahkan Pangdam bentuk tim pengawal netralitas TNI yang bertugas melaksanakan pengawasan dan menerima laporan pengaduan masyarakat di lingkungan masing-masing berkaitan netralitas TNI AD dalam pesta demokrasi," ujar Mulyono.
Mulyono akan memberdayakan unsur intelijen TNI untuk memantau hingga ke akar rumput. Mereka akan menerima pengaduan masyarakat soal dugaan ketidaknetralan oknum TNI.
Nantinya, tim tersebut akan memberi laporan kepada Mulyono secara intensif.
"Itu adalah wujud dari keseriusan kita dalam rangka menjaga netralitas TNI," kata Mulyono.
Untuk pengawasan tersebut, TNI akan bekerja sendiri di lingkup internal.
Mulyono mengatakan, pihaknya tidak melibatkan Badan Pengawas Pemilu dalam menjalankan tim pengawas itu.
Di samping menjaga netralitas, TNI juga diminta menjaga soliditas, baik secara internal maupun eksternal dengan pihak lain.
Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kemungkinan konflik yang ditimbulkan selama tahun Pilkada.
"Ini untuk kepentingan internal AD dalam rangka memberikan jaminan ke masyarakat, kita tetap harus netral," kata dia.
KSAD melantik sembilan perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat, Senin (15/1/2018).
Termasuk, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi yang pensiun dini, dan diisi Letjen TNI Agus Kriswanto.
Pangkostrad TNI AD, Letjen TNI Edy Rahmayadi, beserta sejumlah Perwira Tinggi (Pati) TNI AD lainnya, menghadiri acara serah terima jabatan (sertijab), di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).
Edy Rahmayadi, yang datang mengenakan seragam dinas upacara TNI AD, di upacara hari ini, menyerahkan jabatan Pangkostrad kepada Letjen TNI Agus Kriswanto.
Sementara Pangdam Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, menyerahkan jabatannya kepada Mayjen TNI Benny Susianto.
Sementara Pangdam Tanjungpura, Mayjend TNI Andika Perkasa, menyerahkan jabatannya ke Mayjend TNI Achmad Supriadi.
Andika Perkasa di acara hari ini, juga dijadwalkan menerima jabatan Dankodiklat dari Agus Kriswanto.
Upacara hari ini dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jendral Mulyono.
Sementara rombongan peserta sertijab, dikomandoi oleh Edy Rahmayadi. Di awal upacara, mewakili para peserta sertijab, ia menyampaikan kesiapannya kepada KSAD.
"Lapor, serah terima siap," ujarnya.
Di upacara yang juga dihadiri oleh mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo itu, Mulyono mencopot langsung tanda tanda kepangkatan dari pati yang menyerahkan jabatannya.
"Berkaitan serah terima jabatan ini, saya selaku Kepala Staf Angkatan Darat mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pejabat lama atas pengabdiannya yang begitu besar selama bertugas dalam mendukung tugas pokok TNI AD," ujar Mulyono saat memimpin upacara sertijab di Mabes Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin.
Sementara itu, posisi Agus yang sebelumnya sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Dankodiklat TNI AD) diserahkan kepada Mayjen TNI Andika Perkasa.
Andika sebelumnya merupakan Pangdam XII/Tanjungpura. Mulyono juga melantik Mayjen TNI Achmad Supriyadi sebagai Pangdam XII/Tanjungpura yang baru.
Mulyono juga melantik Brigjen TNI Kurnia Dewantara sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danses Koad) serta Kolonel Inf Urip Wahyudi sebagai Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Dansecapaad).
Pelaksanaan Sertijab diawali dengan penyerahan lambang-lambang satuan dari pejabat lama kepada KSAD selaku Inspektur Upacara. Kemudian, Mulyono menyerahkan lambang-lambang satuan tersebut kepada pejabat baru.
Kemudian, dilanjutkan dengan penanggalan dan pemasangan tanda jabatan, penandatanganan naskah sertijab, serta laporan korps dan para pejabat yang melaksanakan Sertijab.
"Terkait semakin besarnya tantangan tugas tersebut, saya minta Pangkostrad, Pangdam IX/Udayana dan Pangdam XII/Tanjungpura melakukan adaptasi dan merumuskan upaya inovatif untuk mengembangkan satuan masing-masing sesuai tipologi," kata Mulyono.





(Sumber:Tribunnews.com/TIM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post