Selasa, 30 Januari 2018

Terkait Kelangkaan LPG. Ini Kata Kadis Perindagkop Humbahas...

DOLOK SANGGUL(Sinartapanuli.com) -Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung ukuran 3 kg agaknya menemui jalan buntu. Pemerintah yang terus melakukan monitoring justru tidak membuahkan solusi. Yang ada, rakyat semakin susah mencari dan mendapatkan gas yang disubsidi pemerintah itu.
Horas Siregar (23), warga kelurahan pasar Dolok Sanggul mengaku resah dan susah mendapatkan LPG tabung 3 kg. Jika pun ada, harganya diatas HET yakni Rp 23-25. Sementara HET dari pemerintah Rp 20 ribu per tabung.

Ironisnya, menurut Horas, penjual diatas HET tadi merupakan pangkalan resmi LPG bersubsidi. “Kita tidak tahu dimana posisi pemerintah mengawasi peredaran LPG tabung 3 kg. Untuk pangkalan saja sudah menjual Rp 23-25 ribu. Bagaimana lagi harga di tingkat pengecer,” tanya Horas.
Menyikapi kelangkaan dan variasi harga LPG bersubsidi ini, Horas masih berharap pengawasan dan tindakan tegas dari pemerintah. Sebab, atas kelangkaan LPG itu ada saja oknum pangkalan atau agen yang sengaja bermain untuk meraup untung besar.
Senada dengan itu, Tuti Sihombing warga Dolok Margu menyampaikan keluhan yang sama. Dia mengatakan sejak akhir tahun lalu, LPG tabung 3 kg selalu saja langka dan sulit ditemukan di kios pengecer. “Dua tahun terakhir, pada waktu tertentu, LPG kerap langka namun dua bulan terakhir, kelangkaan itu semakin intens sehingga warga kerap kewalahan,” ungkap ibu rumatangga itu.
Sekaitan dengan itu, Kepala bagian Ekonomi Pembangunan Setdakab Humbahas, Lampos Purba saat dihubungi wartawan via ponselnya tidak membuahkan jawaban. Meski terdengar nada sambung selulernya, namun mantan Kabid kedaruratan dan logistik itu BPBD itu tidak menjawab.
Sementara, Kadis Perindagkop Humbahas Radna Fride Marbun kepada wartawan mengakui bahwa LPG bersubsidi masih langka di masyarakat. Atas kelangkaan tadi, pihaknya selalu melakukan monitoring dan melakukan pembinaan agar agen hingga pengecer tidak menjual diatas HET.
“Atas kelangkaan ini, kita selalu menghimbau agar agen hingga pengecer tidak membuat harga diatas HET. Jika ada membuat diatas HET selalu kita datangi dan memberi peringatan tanpa tindakan,” katanya.
Radna mengakui, atas kelangkaan LPG bersubsidi itu, pihaknya kewalahan dalam penegasan pemberlakuan HET. “Dalam pengawasan LPG ini, kita kerap ribut dengan pengecer sebab mereka menjual diatas HET. Namun ketika hal itu kita datangi,mereka malah ribut-ribut dan menuding pemerintah tidak memikirkan masyarakatnya. 

(TIM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post