Senin, 26 Maret 2018

Bupati Humbahas Galakkan Semangat Gotongroyong

DOLOK SANGUL(Sinartapanuli.com) -Menangani sampah dan kebersihan lingkungan, Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor kembali galakkan budaya gotongroyong (gotroy) di daerah itu. Kali ini, bupati mengerahkan semua pimpinan OPD dan ASN di lingkungan Pemkab Humbahas bergotongroyong membersihkan lingkungan di seputaran kota Dolok Sanggul, Sabtu (23/3).


Bupati Dosmar, disela pelaksanaan gotroy kepada wartawan, mengakui kesadaran masyarakat yang mulai terkikis akan pentingnya gotongroyong. Dia juga mengatakan masyarakat sudah mulai lupa dan enggan membersihkan lingkungan sekitarnya.


“Ya, saat ini, masyarakat sudah mulai meninggalkan budaya gotongroyong. Namun, sebagai pemerintah, hal ini menjadi tugas kita mengingatkan dan mendorong masyarakat itu sendiri untuk menerapkan kembali budaya gotongroyong setidaknya untuk membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Dengan mengerahkan semua ASN membersihkan lingkungan kota Dolok Sanggul, Dosmar berharap masyarakat tergerak dan turut berpartisipasi.  “Kebersihan lingkungan itu, bukan hanya tugas pemerintah namun diharapkan kerjasama yang baik dari masyarakat,” katanya seraya membersihkan saluran parit Jl Siliwangi, Dolok Sanggul.
Senada dengan itu, camat Dolok Sanggul, Pardomuan Manullang mengatakan, bahwa gotongroyong sangat bermafaat dalam sendi kehidupan. Dimana, selain membersihkan lingkungan, secara tidak langsung gotroy dapat memupuk persaudaraan.

“Gotroy ini akan menjadi kegiatan rutin di lingkungan kita, semoga kegiatan ini menjadi bagian  revolusi mental dan mengembalikan kembali budaya kita yang telah lama ditinggalkan,” ujarnya.

Pardomuan juga meminta kerjasama yang baik dari masyarakat setempat. “Kompleks pasar ini adalah lingkungan kita. Mari kita sama-sama menjaga dan membersihkannya. Sebab tidak mungkin datang orang lain membersihkan depan rumah kita. Jadi kita mengharapkan kesadaran dari setiap masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Dia menambahkan, jika lokasi rumah kita banjir, itu karena kita tidak peduli dengan situasi parit yang dipenuhi sampah, ketika sampah sudah menutupi parit, maka air akan meluap dan membanjiri rumah kita. “Saya himbau kepada semua masyarakat yang berada dilokasi pasar untuk menggali parit di depan rumah masing-masing supaya aliran limbah dapat mengalir lancar,” tukasnya.

Sementara, Kabid Pelayanan Kebersihan dan Pengolahan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup, Manogam Pasaribu kepada wartawan menjelaskan, usai pelaksanaan gotongroyong, pihaknya berhasil mengangkut sekitar 50 kubik atau sekitar 30 ton lebih sampah basah dan kering dari sepuratan kota Dolok Sanggul. Sampah terbanyak dari lingkungan pasar tradisional yakni sekitar 35 kubik atau sekitar 19 ton.

“Gotongroyog tadi sangat membantu kita dalam pelayanan keberisihan. Sebab sampah didalam parit dapat kita bersihkan sehingga saluran air berjalan lancar,” katanya.

Dia menjelaskan, sebagaimana biasanya, pada sabtu bersih, pasca jumat pekan, pihaknya hanya bisa mengangkut 25-27 kubik lebih sampah kering dan basah dari lingkungan pasar tradisional Dolok Sanggul. Sebab untuk mengelola kebersihan tadi, pihaknya terbatas personil.

“Untuk penanganan sampah secara bersama-sama, kita mengharapkan kerjasama dari masyarakat. Untuk kebersihan lingkungan sekitar, kita sudah mencanangkan Jumat bersih. Namun Jumat bersih tadi perlu didukung gotongroyong setidaknya sekali dalam sebulan,” pungkasnya.  

Lebih jauh, katanya, sesuai program pemerintah pusat, tahun 2020 harus bebas sampah. Hal tersebut sesuai dengan Perpres Nomor  97/2017 tentang penanganan darurat sampah.

“Secara nasional, saat ini Indonesia darurat sampah. Produksi sampah secara nasional, sebanyak 64 juta ton pertahun. Posisi itu berada di urutan nomor dua dunia untuk produksi sampah paling banyak,” tandasnya. (TIM)
Next article Next Post
Previous article Previous Post