Kamis, 05 April 2018

Mengejutkan!! Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Tembak Adik Ipar. Ini Kronologinya...

Medan(Sinartapanuli.com)  - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengamankan mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal dalam dugaan kasus penembakan terhadap adik iparnya, Jumingan, di rumah orangtuanya Jl Tirtosari Gang Keluarga, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (5/4) dini hari.
Perwira polisi bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat tersebut diamankan bersama dengan senjata api yang digunakan menembak Jumingan. Korban yang ditembak di bagian perut dalam kamar rumah tersebut kini kondisinya mengkhawatirkan. Peristiwa ini pun sontak menghebohkan masyarakat di Medan.
"Oknum perwira polisi itu masih menjalani proses pemeriksaan sebagai tersangka. Bila dilihat dari kasus penembakan yang dilakukan maka Fahrizal berpeluang untuk ditahan. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan, dan sejumlah saksi masih dimintai keterangan lebih lanjut," ujar seorang perwira polisi kepada SP di Markas Polda Sumut.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto langsung turun ke lokasi setelah mendapatkan laporan kejadian penembakan oleh perwira polisi terhadap anggota keluarga sendiri. Namun, orang nomor satu polisi di Medan itu tidak memberikan keterangan setelah keluar dari rumah orangtua Fahrizal.
Belum diketahui motif penembakan oleh Fahrizal. Semula, oknum ini datang ke Medan untuk melihat ibunya yang baru sembuh dari sakit. Fahrizal datang bersama istrinya ke rumah orangtua di Jl Tirtosari Gang Keluarga. Sebelum masuk ke rumah orangtuanya, Fahrizal yang dikenal ramah pun menyapa para tetangga orangtuanya itu.
"Saya langsung meminta abang saya itu masuk ke dalam rumah. Bahkan, saya sempat melihat abang itu masih sempat bercerita panjang lebar dengan ibu kami. Itu saya lihat ketika akan ke dapur membuat teh untuk diberikan kepada Bang Fahrizal," ujar Henny Wulandari adik kandung Fahrizal.
Henny mengaku terkejut saat tiba - tiba mendengar suara letusan senjata di dalam rumah. Sebelum terdengar adanya letusan, Henny mendengar suara teriakan "jangan bang". Teriakan itu dari suaminya, Jumingan, sebelum ditembak.
"Saya langsung lari ke dalam kamar begitu melihat Jumingan terkapar akibat ditembak. Pintu kamar saya kunci dari dalam. Saat itu, abang saya itu berusaha masuk ke dalam kamar menyusul saya. Namun, ibu kami melarangnya," jelasnya.
Belum dapat dipastikan kabar Jumingan setelah kejadian tersebut. Beredar kabar, Jumingan tewas akibat penembakan oleh kakak iparnya tersebut. 

(Sumber: Beritasatu.com/ Tim)
Next article Next Post
Previous article Previous Post