Pemerintah kabupaten Dairi Tunggu Gebrakan BOPDT

Pemerintah kabupaten Dairi Tunggu Gebrakan BOPDT

319
BAGIKAN

Sidikalang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menunggu gebrakan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) untuk pembenahan lokasi wisata khususnya di pantai Silalahi dan Paropo, Kecamatan Silahisabungan.
Hingga sekarang Pemkab Dairi masih menunggu program lanjutan setelah tujuh kabupaten merupakan kawasan Danau Toba ditetapkan pemerintah pusat menjadi badan otorita. Apa yang bisa dilakukan Pemkab Dairi sudah dilakukan seperti diinstruksikan pusat.

Hal itu dijelaskan Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sebastianus Tinambunan menjawab wartawan, Rabu (21/12). Wabup menerangkan, pembenahan kawasan Danau Toba telah dilaksanakan seperti sosialisasi pembersihan danau.

Pendataan keramba jaring apung (KJA) di Desa Silalahi serta Paropo, dikatakan Wabup, penetapan kawasan itu menjadi badan otorita terus disosialisasikan kepada masyarakat supaya diketahui bahwa daerah itu sudah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui BOPDT dimaksud.

Irwansyah menerangkan, kawasan Silalahi dan Paropo memiliki pantai dan panorama yang sangat indah. Hanya saja, kata dia, daerah itu kurang diminati wisatawan karena infrastruktur jelek khususnya ruas Paropo-Sikodon-kodon, Kecamatan Merek, Tanah Karo.

Ruas jalan itu merupakan pintu masuk dari arah Kota Medan dan Kabupaten Simalungun menuju kawasan Silalahi. Buruknya infrastruktur selama ini membuat pengunjung enggan ke Silalahi. Jika perbaikan jalan sudah dilakukan pengunjung ke wilayah Silalahi dan Paropo dipastikan akan ramai.

Selama ini, lanjut Irwansyah, pengunjung (wisatawan) dari kota Medan maupun Pematangsiantar dan sejumlah kota di Sumut terhenti di wilayah Tongging karena jalan menuju Paropo dan Silalahi rusak.

Sebenarnya, sebut Wabup, ruas jalan Silalahi-Sikodon-kodon sudah ditingkatkan kelasnya menjadi jalan Provinsi.

Tetapi, hingga kini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) belum melakukan apa-apa terhadap ruas jalan dimaksud. Kita berharap, jika BOPDT sudah bergerak maka yang harus dilakukan pertama memperbaiki jalan dimaksud. Namun sayangnya, sejak para pejabat BOPDT dilantik, sampai sekarang belum ada kegiatan.

Bahkan, kata Sebastianus Tinambunan, rapat digelar di Taman Simalem Resort belum lama ini, pihak BOPDT tidak ada yang hadir.

Sementara itu, amatan wartawan, Selasa (20/12) di wilayah Silalahi serta Paropo, geliat usaha di wilayah itu mulai tumbuh. Sejumlah investor mulai membangun perhotelan seperti terpantau di Desa Silalahi III dan Desa Silalahi II.

Debang Resort salahsatu hotel berbintang telah mulai beroperasi pada bulan September 2016 lalu. Sama halnya di Desa Silalahi II, kini penginapan serta hotel sedang dibangun di sana

sumber;medanbisnis/st